Seorang pria yang mengenakan masker hendak menaiki sebuah sepeda di kota Wuhan, Tiongkok, 26 Januari 2020. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)
Seorang pria yang mengenakan masker hendak menaiki sebuah sepeda di kota Wuhan, Tiongkok, 26 Januari 2020. (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)

Situasi di Wuhan Tak Mencekam Seperti Pemberitaan Media

Internasional virus korona indonesia-tiongkok
Marcheilla Ariesta • 28 Januari 2020 16:05
Wuhan: Seorang mahasiswi Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di kota Wuhan, Hilyatu Millati Rusdiyah, mengatakan bahwa situasi di Wuhan tak semencekam yang diberitakan di media. Dia membagikan kisahnya lewat akun berbagi gambar Instagram.
 
Kota Wuhan merupakan titik pusat penyebaran virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) di Tiongkok.
 
"Praktik isolasi dan karantina yang terjadi di Wuhan tidak seperti yang Anda bayangkan," kata Hilyatu dikutip dari unggahan Instagram-nya yang dikutip Medcom.id, Selasa 28 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hilyatu mengatakan jika kebijakan Pemerintah Tiongkok untuk menghentikan sementara transportasi dari dan menuju Wuhan bukan berarti warga tak boleh beraktivitas. Menurutnya, masih ada kendaraan pribadi yang bisa digunakan warga untuk bepergian dari satu titik ke titik lain di Wuhan.
 
Sementara itu, kata Hilyatu, keputusan untuk tetap tinggal di dalam rumah merupakan pilihan pribadi masing-masing warga. "Termasuk saya, yang tidak berarti (keputusan) itu pilihan semua warga Wuhan secara umum," terangnya.
 
Ia juga menambahkan, Pemerintah Indonesia telah menyatakan bahwa tidak ada mahasiswa yang terinfeksi virus korona nCoV di Wuhan.
 
"Pemerintah Indonesia sudah menyatakan bahwa mahasiswa di Wuhan tidak ada yang terpapar Virus Corona, termasuk mereka yang telah masuk ke Indonesia maupun yang masih berada di Wuhan," ungkapnya.
 
Sebelumnya, beredar berita jika situasi di Wuhan sangat kacau karena kota tersebut ditutup total. Selain itu, cadangan makanan dilaporkan sudah sangat menipis sehingga masyarakat kelaparan.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan saat ini terdapat 100 WNI di kota Wuhan. Dia mengatakan pemerintah akan segera mengirim kebutuhan bagi para WNI di sana.
 
Duta Besar RI di Beijing Djauhari Oratmangun sudah berkoordinasi dengan otoritas setempat agar pasokan logistik dapat cepat masuk ke Wuhan. Koordinasi diperlukan karena posisi kota Wuhan yang dikunci rapat.
 
Dari 100 WNI di Wuhan, 84 orang diketahui sebagai mahasiswa yang belajar di kota itu, sementara 16 orang lainnya hanya berkunjung untuk beragam urusan.
 
Hingga hari ini, virus korona nCoV) telah menewaskan 106 orang dan menginfeksi lebih dari 4.000 orang. Semua kematian terjadi di Tiongkok.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif