Dituding Suplai Kebutuhan Korut, Singapura: Tuduhan PBB Palsu

Sonya Michaella 13 Maret 2018 09:09 WIB
korea utarasingapura
Dituding Suplai Kebutuhan Korut, Singapura: Tuduhan PBB Palsu
Gedung yang pernah ditempati OCN di Singapura. (Foto: Channel News Asia)
Singapura: Direktur perusahaan OCN Singapura, yang dituding memasok barang-barang mewah, termasuk anggur dan minuman keras ke Korea Utara, menyangkal telah melakukan pelanggaran tersebut.

Ia menyebut bahwa tuduhan yang diajukan kepada dua perusaan tersebut adalah palsu dan tak berdasar. 

Ng Kheng Wah menegaskan, perusahaannya telah menarik diri dari Korut sejak lima tahun yang lalu dan tidak pernah terlibat dalam perdagangan barang mewah.


Dilansir dari Channel News Asia, Selasa 13 Maret 2018, Ng juga merupakan pemegang saham terbesar dari satu perusahaan yang diduga memasok barang-barang mewah ke Korut, yaitu  T Specialist, yang juga berbasis di Singapura.

"T Specialist bergerak di bisnis genteng grosir namun sempat bangkrut pada 1997, dan diversifikasi ke bidang lain," kata Ng.

Pada 2017, lanjutnya, T Specialist adalah distributor minuman kaleng Pokka di Tiongkok dan juga makanan, seperti mie instan.

Laporan ini baru saja bocor dari dokumen PBB yang telah disahkan Dewan Keamanan PBB yang rencananya akan dirilis pada pekan ini. 

Di bawah sanksi PBB, menjual barang-barang mewah ke Korut adalah ilegal, sejak 2006. Dan undang-undang Singapura juga melarang penjualan barang-barang ke Korut selama beberapa tahun.

Laporan PBB menyebutkan, antara 2011-2014, ada transaksi senilai leih dari USD2 juta yang diduga berasal dari penjualan barang ke Korut, diselidiki dari akun bank yang disiapkan dua perusahaan ini di Pyongyang.




(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id