Seorang polisi bersiaga di area menuju Masjid Lindwood di Christchurch, Selandia Baru, 17 Maret 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
Seorang polisi bersiaga di area menuju Masjid Lindwood di Christchurch, Selandia Baru, 17 Maret 2019. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Pria Pemberani Sempat Tantang Teroris di Christchurch

Internasional Penembakan Selandia Baru
Arpan Rahman • 17 Maret 2019 14:07
Christchurch: Seorang pria berusia 48 tahun bernama Abdul Aziz disebut sebagai pahlawan karena tindakan yang dinlai berani saat penembakan terjadi di Masjid Lindwood di Christchurch, Selandia Baru, pada Jumat 15 Maret.
 
Masjid Lindwood adalah satu dari dua masjid yang menjadi lokasi penembakan brutal dengan korban jiwa mencapai 50 orang. Masjid satunya lagi bernama Al-Noor.
 
Saat teroris bernama Brenton Tarrant beraksi di Masjid Lindwood, Abdul tidak bersembunyi. Dia malah mencari benda di dekatnya yang bisa digunakan sebagai senjata.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usai mengambil sebuah mesin kartu kredit, Abdul berlari ke luar masjid dan berteriak ke arah Tarrant, "Ayo sini!"
 
Aksi berani Abdul mencegah lebih banyak kematian dalam peristiwa penembakan, yang terjadi saat para Muslim sedang menunaikan ibadah salat Jumat. Abdul sempat mengejar Tarrant yang memutuskan berbalik badan dan menaiki mobil.
 
Abdul, yang keempat anaknya berlindung di masjid saat sang ayah mengejar Tarrant, menilai aksinya tersebut mungkin juga akan dilakukan orang lain demi mencegah lebih banyak kematian.
 
Dia mengatakan Tarrant sempat melontarkan makian ke arahnya. "Dia juga bilang akan membunuh semua orang," tutur Abdul.
 
Namun Tarrant justru melarikan diri. Abdul mengejar mobil tersebut hingga ke sebuah lampu merah. Namun Tarrant memutarkan mobilnya dan melaju menjauhi area masjid.
 
Berasal dari Kabul, Afghanistan, Abdul mengaku meninggalkan negaranya sebagai pengungsi saat masih anak-anak. Dia tinggal di Australia selama lebih dari 25 tahun, sebelum akhirnya pindah ke Selandia Baru beberapa tahun lalu.
 
Kisah lain datang dari Abdul Ababora, seorang sopir taksi yang tinggal di Selandia Baru. Dia berhasil selamat dari penembakan di Christchurch usai menjatuhkan diri dan berlindung di balik rak Alquran.
 
Sementara itu, Tarrant, sudah didakwa pasal pembunuhan dalam persidangan di gedung pengadilan distrik Christchurch pada Sabtu 16 Maret.
 
Salah satu korban tewas adalah seorang warga negara Indonesia bernama Lilik Abdul Hamid dikonfirmasi telah meninggal dunia. Kabar dikonfirmasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Wellington. Sementara dua WNI lainnya yang juga menjadi korban penembakan saat ini masih dirawat di rumah sakit.
 
Baca:Korban Penembakan Selandia Baru Selamat Berkat Rak Alquran
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif