Petugas mengamankan lokasi penemuan jasad polisi beragama Buddha dan Islam di Narathiwat, Thailand, 27 Februari 2019. (Foto: AFP/MADAREE TOHLALA)
Petugas mengamankan lokasi penemuan jasad polisi beragama Buddha dan Islam di Narathiwat, Thailand, 27 Februari 2019. (Foto: AFP/MADAREE TOHLALA)

Dua Polisi Diculik dan Dieksekusi di Thailand Selatan

Internasional thailand
Willy Haryono • 27 Februari 2019 13:34
Narathiwat: Dua polisi ditembak mati usai diculik dari sebuah toko teh di Thailand selatan. Keduanya merupakan korban tewas dari pemberontakan di wilayah selatan negara tersebut sejak 15 tahun terakhir.
 
Bentrokan kerap terjadi dari waktu ke waktu di Thailand selatan, yang berlangsung antara pemberontak Melayu-Muslim melawan pasukan keamanan dari negara yang mayoritas penduduknya beragama Buddha. Kekerasan di wilayah tersebut telah menewaskan hampir 7.000 orang sejak 2004, di mana sebagian besarnya adalah warga sipil.
 
Korban tewas di Thailand selatan sempat mencapai angka terendah tahun lalu, usai pemerintahan junta militer memperketat keamanan. Namun jumlah aksi kekerasan mulai meningkat lagi dalam beberapa pekan terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selasa 26 Februari, delapan terduga militan menyerbu sebuah toko teh di provinsi Narathiwat di dekat perbatasan Malaysia.
 
"Para militan menculik dua polisi, mengambil senjata dan memaksa mereka naik ke truk," kata Letnan Sarayuth Khotchawong kepada kantor berita AFP, Rabu 27 Februari 2019.
 
Jasad keduanya kemudian ditemukan beberapa ratus meter dari toko teh. Salah satu korban beragama Buddha, dan satunya lagi seorang Muslim.
 
Istri dari polisi Muslim yang ditembak mati menangis histeris saat melihat jenazah suaminya di rumah sakit. Penculikan dan pembunuhan ini terjadi beberapa jam usai sebuah bom meledak di provinsi Yala. Ledakan bom tersebut menewaskan seorang polisi hutan Thailand.
 
Otoritas Thailand mengatakan penculikan dan pembunuhan itu kemungkinan adalah balasan dari operasi perburuan pemberontak di wilayah pegunungan.
 
Januari lalu, beberapa terduga militan menembak mati dua biksu di Thailand selatan. Mereka juga membunuh empat relawan sipil dalam penembakan di luar area sebuah sekolah.
 
Dialog damai berjalan mandek antara pemerintah Thailand dengan Barisan Revolusi Nasional (BRN), organisasi yang memimpin mayoritas pemberontak di wilayah selatan.
 
Hingga saat ini Thailand masih belum bersedia memenuhi permintaan pemberontak untuk memberikan kekuasaan otonomi yang lebih luas. Negeri Gajah Putih juga menolak adanya sejumlah pengamat internasional untuk memediasi dialog damai.
 
Dalam sebuah pernyataan resmi pada 4 Januari, BRN menegaskan "akan terus berjuang" mendapatkan otonomi.
 
Baca:Thailand Bunuh Dua Pelaku Penembakan di Sekolah
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif