Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Laporan Menyebutkan Banyak Pejabat Tiongkok Menjiplak Tesis

Internasional tiongkok
Fajar Nugraha • 08 Maret 2019 18:09
Beijing: Pejabat tinggi Partai Komunis Tiongkok menjiplak tesis yang mereka buat. Laporan dari AFP ini menguji janji pemerintah untuk menindak pelanggaran akademik.
 
Analisis menunjukkan, mantan wakil presiden, hakim pengadilan tertinggi, mantan pejabat keamanan publik, dan ketua Partai Komunis di wilayah Xinjiang termasuk di antara pejabat yang meminjam dari pekerjaan orang lain tanpa mengutip mereka.
 
Dewan Negara, kabinet Tiongkok, tahun lalu mengeluarkan pedoman nasional pertama untuk menegakkan integritas akademik dalam penelitian menyusul serangkaian skandal plagiarisme. Mereka memperingatkan bahwa yang tertangkap akan ‘dihukum berat’.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bulan lalu, Akademi Film Beijing mencabut gelar doktor yang diberikan kepada aktor populer Zhai Tianlin setelah menemukan bahwa bagian dari makalah yang diterbitkan ketika ia masih mahasiswa pascasarjana disalin dari karya sebelumnya tanpa referensi.
 
Insiden itu memicu debat sengit di media sosial Tiongkok tentang "kualifikasi palsu" di antara orang-orang Tiongkok yang kuat. Sebuah tinjauan AFP terhadap 12 tesis master dan doktoral oleh pejabat Tiongkok tersedia di China National Knowledge Infrastructure (CNKI),- sebuah database di bawah kementerian Pendidikan dan Ilmu Pengetahuan,- menemukan enam kasus di mana bagian-bagian disalin dari penulis lain tanpa kutipan.
 
Pakar menyebutkan, kualifikasi pendidikan terkait erat dengan promosi di dalam partai, memberi tekanan pada pejabat untuk mengambil jalan pintas ketika mencoba mengumpulkan ijazah saat bekerja.
 
"Para pemimpin universitas sangat menyadari hal ini, karena mereka juga pejabat pemerintah. Mereka semua dilahirkan dengan akar yang sama," kata Li Datong, mantan editor China Youth Daily, seperti dikutip AFP, Jumat, 8 Maret 2019.
 
"Sertifikat itu asli, tidak dibeli di jalan, tetapi pada dasarnya palsu. Ini adalah praktik populer di kalangan pejabat," kata Li.
 
AFP menganalisa puluhan tesis dengan menggunakan perangkat lunak yang mendeteksi plagiarisme. Tidak ada satupun dari enam pejabat yang diduga melakukan plagiat bisa dimintai komentar.
 
Salah satu disertasi yang dicurigai plagiat adalah karya Chen Quanguo. Dia adalah anggota elite Politbiro Partai Komunis dan petinggi di Xinjiang.
 
Chen memimpin operasi keamanan sejak menjabat di posisi tinggi di Xinjiang pada Agustus 2016. Diperkirakan satu juta warga Uighur dan minoritas Muslim lainnya ditahan di penampungan.
 
Tiongkok menolak anggapan tuduhan mereka yang ditahan berada di kamp doktrinisasi. Menurut pihak Tiongkok yang ada saat ini adalah pusat pelatihan kejuruan.
 
Dikenal sebagai bintang yang tengah naik daun di perpolitikan Tiongkok, Chen lulus dari Wuhan University of Technology pada 2004.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif