Tiongkok Tetap Komunikasikan Isu Reformasi DK PBB
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian. (Foto: Marcheilla Ariesta/Medcom.id).
Jakarta: Tiongkok mendukung kerja sama multilateral dalam mencapai solusi perdamaian untuk dunia. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan Indonesia.

"Kami menjaga koordinasi dan komunikasi yang erat di bawah kerangka multilateral seperti PBB, APEC, G20 dan WTO pada isu-isu utama, termasuk reformasi Dewan Keamanan PBB, hak asasi manusia, pembangunan berkelanjutan, perdagangan bebas, dan pemerintahan global," kata Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, dalam Seminar on Indonesia-China 5 Years of Comprehensive Strategic Partnership, di Jakarta, Selasa 27 November 2018.

Dia menambahkan, bersama Indonesia juga bekerja sama dan saling mendukung dalam isu-isu terkait dengan keprihatinan dan kepentingan bersama negara-negara berkembang. Dia mencontohkan dua negara berkoordinasi baik dalam mendukung Palestina, menangani masalah Rohingya, menegakkan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan, memerangi terorisme, mempromosikan dan meningkatkan hubungan Tiongkok-ASEAN.


Xiao menambahkan, pada 2015, Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri KTT Asia-Afrika dan ikut melakukan napak tilas ke Bandung. Menurut dia, hal tersebut untuk mendukung Indonesia dalam memainkan peran yang lebih besar dalam urusan internasional.

Kedekatan multilateral Tiongkok ini berbanding terbalik dengan yang dilakukan Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam bahkan keluar dari beberapa organisasi internasional.

Keluarnya AS dari organisasi multilateral tersebut dianggap untuk mengamankan kepentingan dalam negerinya yang tidak stabil.

Acara seminar ini dilakukan untuk memperingati lima tahun kemitraan strategis komprehensif antara Indonesia dan Tiongkok. Acara dibuka oleh Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id