Kedua Korea Angkut Senjata dari Zona Demiliterisasi
Dua pemimpin Korea bertemu di Desa Panmunjom. (Foto: AFP).
Panmunjom: Kedua Korea memindahkan senjata api yang tersisa di pos-pos penjagaan di desa gencatan senjata. Ini kali pertama senjata-senjata tersebut diangkut usai Perang Dingin pada 1953 lalu.

Daerah Kemanan Bersama, yang juga dikenal sebagai desa gencatan senjata Panmunjom, menjadi historis proses perdamaian Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel). Wilayah ini menjadi lokasi kunci untuk perbaikan diplomasi kedua negara.

"Saya senang karena ini berjalan sesuai rencana," kata juru bicara Kementerian Pertahanan Korsel Choi Hyun-soo, dilansir dari laman AFP, Kamis, 25 Oktober 2018.


Panmunjom merupakan tempat perjanjian gencatan senjata ditandatangani. Wilayah ini ditunjuk sebagai zona netral hingga insiden pembunuhan kapak pada 1976.

Baca: Korsel: Kami Sudah Terlalu Lama Berpisah dengan Korut

Kala itu, tentara Korut menyerang sekelompok penebang pohon di Zona Demiliterisasi (DMZ), menyebabkan dua perwira militer Amerika Serikat (AS) tewas.

Sebelumnya, ranjau-ranjau darat juga diangkat dari wilayah tersebut. Langkah ini sebagai sebuah kemajuan di tengah proses denuklirisasi di Semenanjung Korea.

Kepala United Nation Command, Jenderal AS Vincent Brooks, pada Agustus lalu mengatakan dia mendukung inisiatif yang dapat mengurangi ketegangan militer di negara tersebut. Dia menuturkan, sebagai komandan pasukan gabungan AS-Korsel, dia merasa ada risiko yang masih dalam tahap wajar dalam rencana Seoul membongkar pos-pos keamanan di dekat DMZ.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id