NEWSTICKER
Ilustrasi banjir. (Foto: Medcom.id)
Ilustrasi banjir. (Foto: Medcom.id)

Banjir Bandang di Tiongkok Tewaskan 9 Petugas Kebersihan

Internasional banjir bandang tiongkok
Willy Haryono • 13 April 2019 09:03
Shenzhen: Sembilan orang tewas dan dua lainnya dinyatakan hilang dalam banjir bandang di Shenzhen, Tiongkok. Korban tewas dan hilang adalah para pekerja yang sedang membersihkan sistem drainase di distrik Luohu dan Futian.
 
Menurut laporan kantor berita South China Morning Post, Jumat 12 April 2019, 12 staf di Luohu membersihkan sebuah pipa drainase bawah tanah pada Kamis 11 April pukul 21.40. Saat sedang bekerja, banjir menerjang sistem drainse tersebut.
 
Empat orang berhasil diselamatkan, namun enam lainnya dinyatakan meninggal dunia. Dua orang dinyatakan hilang saat ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara di Futian, banjir melanda empat pekerja yang sedang membersihkan sistem drainase di pinggir sungai. Satu pekerja berhasil diselamatkan, namun tiga jasad rekannya ditemukan pada Jumat pagi.
 
Hujan deras yang berpotensi memicu banjir bandang diprediksi masih akan terus mengguyur beberapa wilayah di provinsi Guangdong.
 
Yin Xuekang, Wakil Direktur Biro Sumber Daya Air Distrik Futian, mengklaim pihaknya telah melakukan inspeksi keselamatan kerja di semua proyek konstruksi terkait perairan bulan ini.
 
Ia juga mengaku telah mengirimkan peringatan mengenai cuaca buruk kepada beberapa perusahaan konstruksi. Yin meminta beberapa perusahaan itu untuk memprioritaskan keselamatan pekerja.
 
"Namun perusahaan-perusahaan itu gegabah dan mencoba peruntungan mereka," tutur Yin. "Mereka tidak menduga intensitas hujan bisa setinggi ini," sambung dia.
 
Akibat kejadian ini, proyek konstruksi di Sungai Fengtang di Futian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan setelah ada pemeriksaan keselamatan. Sementara perusahaan terkait kematian sejumlah pekerja, yakni No 8 Engineering Bureua of China water Conservancy Hydropower, akan diinvestigasi dan terancam dijatuhi hukuman.
 
Pihak perusahaan terkait belum merespons permohonan dari awak media untuk berkomentar.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif