Petugas Berlatih Evakuasi Anak-anak Thailand yang Hilang di Gua
Tim penyelam mencari 12 anak-anak dan pelatih mereka di sebuah gua di Thailand, 30 Juni 2018. (ROYAL THAI NAVY SEAL/AFP/File / Handout)
Tham Luang: Tim penyelamat terus mencari 12 anak laki-laki yang terperangkap dalam sebuah gua terendam air di Thailand. Upaya di hari ketujuh ini adalah berlatih melakukan evakuasi dan prosedur medis.

Belum ada kontak dengan para korban hilang, yang berusia 11 hingga 16 tahun. Selain 12 anak, pelatih mereka juga ikut hilang saat mereka semua masuk ke gua Tham Luang pada akhir pekan lalu.

Hujan deras berlanjut sepanjang pekan, menghambat upaya penyelamatan besar-besaran untuk menemukan anak-anak dan pelatihnya.


Latihan evakuasi digelar untuk mempersiapkan kesiapan jika sewaktu-waktu para korban sudah diketahui keberadaannya. Ambulans dan helikopter turut disiagakan dalam latihan ini, di lokasi penyelamatan di provinsi Chiang Rai utara.

"Ini bertujuan mempraktekkan apa yang harus kami dilakukan di sini sampai para korban dapat dibawa ke rumah sakit," kata Gubernur Chiang Rai, Narongsak Osottanakorn, pada Jumat malam, seperti dilansir dari AFP, Sabtu 30 Juni 2018.

Baca: PM Thailand Kunjungi Gua Tempat 12 Anak Terperangkap

Ketika pencarian anak-anak mencapai hari ketujuh, perhatian beralih soal peluang mereka bertahan hidup di dalam gua. Mereka diduga hanya mempunyai sedikit, atau tanpa makanan dan minuman.

"Jika mereka meminum air di gua, dan itu membuat mereka sakit, maka bisa memperburuk masalah yang mereka hadapi. Tetapi jika mereka tidak meminumnya, maka mereka juga dalam masalah," kata Anmar Mirza, koordinator Nasional di Komisi Penyelamatan Gua Amerika Serikat, kepada AFP.

Namun, tambah Mirza, anak-anak muda yang atletis itu kemungkinan dapat tetap "hidup selama satu bulan atau satu setengah bulan." Tantangan utama, menurut dia, adalah keteguhan mental dari para korban.

"Masalah terbesar yang mereka hadapi saat ini jika mereka hidup adalah psikologis, karena mereka tidak tahu kapan mereka akan diselamatkan," sebut Mirza.




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id