Erupsi terjadi di gunung berapi di White Island, Selandia Baru, 9 Desember 2019. (Foto: AFP/Michael Schade)
Erupsi terjadi di gunung berapi di White Island, Selandia Baru, 9 Desember 2019. (Foto: AFP/Michael Schade)

Korban Erupsi Selandia Baru Dikhawatirkan 13 Orang

Internasional gunung berapi selandia baru
Willy Haryono • 10 Desember 2019 06:16
Wellington: Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengekspresikan "rasa duka mendalam" usai erupsi gunung berapi di sebuah pulau wisata diyakini telah menewaskan 13 orang. PM Ardern mengonfirmasi lima kematian, dan delapan orang lainnya masih dinyatakan hilang hingga Senin 9 Desember.
 
Hanya ada sedikit harapan kedelapan orang hilang itu masih hidup, karena pemantauan via udara di White Island tidak memperlihatkan adanya tanda-tanda kehidupan di sekitar area erupsi.
 
"Fokus pagi ini adalah pencarian dan memastikan polisi dapat melakukannya dengan aman," kata PM Ardern dalam sebuah konferensi pers, dilansir dari AFP, Selasa 10 Desember 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mereka yang berada di pulau saat erupsi terjadi adalah turis dari Australia, Amerika Serikat, Inggris, Tiongkok dan Malaysia. Para turis itu dipandu oleh beberapa pemandu lokal.
 
"Kepada semua yang kehilangan anggota keluarga atau teman, kami turut berduka bersama kalian," tutur PM Ardern.
 
PM Australia Scott Morrison mengaku khawatir tiga dari lima korban tewas yang sudah terkonfirmasi adalah warga Australia. Sementara delapan lainnya belum diketahui berasal dari mana.
 
Morrison mendeskripsikan erupsi di Selandia Baru sebagai sebuah tragedi. "Ini adalah hari yang sangat, sangat berat bagi keluarga Australia yang terkena dampak tragedi ini," ujar dia kepada awak media di Sydney,
 
Total 31 orang -- termasuk 13 warga Australia -- dirawat di rumah sakit akibat terluka terkena dampak erupsi. Beberapa dari mereka berada dalam kondisi kritis.
 
White Island Tours, seorang operator wisata, mengonfirmasi bahwa dua pemandu mereka belum ditemukan hingga saat ini.
 
Kekhawatiran mengenai erupsi lebih lanjut, gas beracun dan abu tebal menghambat upaya pencarian. "Kami hanya akan pergi ke pulau itu saat kondisinya memang sudah aman," sebut juru bicara polisi Bruce Bird.
 
Ia mengatakan sebuah helikopter telah menyisir area bencana selama 45 menit untuk melihat apakah masi ada orang yang masih hidup. Sejauh ini tidak terlihat ada tanda-tanda kehidupan.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif