Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).

Kemenlu: Wajar Perwakilan Asing Imbau Warganya soal Demo

Internasional Demo Massa Penolak Pemilu
Marcheilla Ariesta • 23 Mei 2019 06:13
Jakarta: Demo menolak hasil pemilu 2019 berlangsung ricuh di ibu kota Jakarta. Kementerian Luar Negeri mengatakan adalah hal umum jika perwakilan negara asing di Indonesia memberikan imbauan kepada warganya.
 
Baca juga: Media Asing Soroti Kericuhan Protes Hasil Pemilu RI.
 
"Seperti halnya kita melakukan kepada warga negara kita di luar negeri, kedubes-kedubes yang ada di Indonesia pun memiliki kewajiban untuk menginformasikan kepada warga negaranya yang ada di Indonesia tentang situasi dan keadaan di Jakarta," kata Juru Bicara Kemenlu Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Arrmanatha mengatakan umumnya para perwakilan asing memberikan imbauan kepada warganya.
 
"Jadi merupakan imbauan, bukan melarang untuk mereka (warganya) ke Indonesia, tetapi mengimbau kepada warganya yang ada dan akan berkunjung ke Indonesia," terang Arrmanatha.
 
Imbauan tersebut biasanya berupa menghindari tempat-tempat keramaian yang diperkirakan akan terjadi demo. Selain itu, biasanya perwakilan asing meminta agar warganya memantau perkembangan situasi lewat media.
 
Arrmanatha menyebutkan para perwakilan asing juga sangat mengapresiasi keterbukaan pihak keamanan Indonesia. Menurut dia, briefing yang diadakan Menteri Politik Hukum dan Keamanan Wiranto setiap tiga jam tersebut merupakan acuan para kedutaan asing memantau perkembangan situasi di Indonesia, khususnya Jakarta.
 
Beberapa perwakilan asing di Indonesia menyampaikan imbauan kepada warganya agar berhati-hati terhadap aksi demonstrasi yang terjadi di Jakarta. Beberapa kedutaan asing yang menyampaikan imbauan adalah Amerika Serikat, Prancis, dan Jepang.
 
Baca juga: Senandung Selawat Redakan Kericuhan di Slipi.
 
Ketiga kedutaan ini juga memiliki kantor yang berdekatan dengan lokasi demo. Prancis sampai meliburkan kedutaan mereka karena berada di seberang kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Jalan M.H Thamrin.
 
Demo terjadi karena massa pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tidak menerima hasil resmi penghitungan Komisi Pemilihan Umum (KPU). KPU mengumumkan hasil rekapitulasi resmi pemilihan umum serentak 2019 pada Selasa, 21 Mei 2019 dini hari.
 
Dalam pengumuman tersebut disampaikan pasangan Joko Widodo dan Ma'ruf Amin unggul dengan suara 85.607.362 suara atau 55,5 persen. Sementara lawannya, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapat 68.650.239 atau 44,5 persen suara.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif