KBRI di Afghanistan Dilengkapi Bunker untuk Pengamanan Staf

Sonya Michaella 15 Februari 2018 14:15 WIB
kemenlu
KBRI di Afghanistan Dilengkapi Bunker untuk Pengamanan Staf
Duta Besar RI untuk Afghanistan, Arief Rachman (Foto: Dok.KBRI Kabul).
Jakarta: Untuk mempersiapkan kemungkinan terburuk yang terjadi, KBRI Kabul mengaku memiliki bunker di bawah tanah untuk bersembunyi dan mengamankan diri.
 
Seperti diketahui bahwa Afghanistan sampai hari ini masih dilanda ledakan bom yang bertubi-tubi terutama dari kelompok militan Taliban.
 
Akhir Januari lalu, sebelum Presiden RI Joko Widodo berkunjung ke Kabul, bom ambulans meledak dekat dengan KBRI Kabul. Namun, ledakan bom tak mengurungkan niat Jokowi untuk bertemu Presiden Ashraf Ghani.
 
"Sebenarnya kami masih tenang loh jika ada bom meledak 500 meter dari KBRI. Kaca pecah, oh ya sudah baru pecah ini," kata Duta Besar RI untuk Afghanistan, Arief Rachman, ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 15 Februari 2018.
 
"Kalau bom itu ya pasti terasa karena kan Kabul bukit berbatu. Bom kecil saja sudah bergetar itu tanah," ucap dia.
 
Dubes Arief mengaku bahwa ada sebuah bunker yang berada di bawah KBRI. "Bunker itu bukan bunker perang, tapi adalah rumah di bawah tanah. Kalau ada apa-apa tembakan dari udara, kita bisa berlindung di bawah. Itu memang disiapkan kalau ada roket atau tembakan dari udara," lanjut dia.
 
Jadi, KBRI Kabul yang mempunyai luas sebesar 6.000 meter persegi juga dikelilingi hingga dua atau tiga lapisan beton untuk pengamanan.
 
Selain itu, kini Dubes Arief juga sedang menunggu kiriman pasukan Kopassus dari TNI hasil kesepakatan dengan Kementerian Luar Negeri RI khusus untuk mengamankan KBRI Kabul.




(FJR)