Penyerahterimaan 2 WNI di Kemenlu RI. (Foto: Dok. Kemenlu RI)
Penyerahterimaan 2 WNI di Kemenlu RI. (Foto: Dok. Kemenlu RI)

Kemenlu RI Serah Terima Dua WNI Lolos Hukuman Mati Saudi

Internasional wni perlindungan wni
Sonya Michaella • 24 April 2019 19:39
Jakarta: Kementerian Luar Negeri RI melakukan serah terima dua Warga Negara Indonesia (WNI) Sumartini binti Manaungi Galisung asal NTB dan Warnah binti Ni’ing, asal Karawang, yang baru saja bebas dari hukuman mati Arab Saudi.
 
Bebarengan dengan keluarnya putusan pengadilan, keduanya segera dipulangkan dan tiba di Jakarta pada tanggal 24 April 2019. Penyerahterimaan dilakukan di Kemenlu RI.
 
"Kami selalu menerima informasi mengenai perkembangan nasib Warnah dari Kemenlu. Kami selalu yakin bahwa pemerintah akan perjuangkan Warnah. Akhirnya hari itu tiba. Terima kasih buat semuanya," ucap Sumi, ibu dari Warnah yang datang langsung menjemput ke Kemenlu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berdasarkan keterangan tertulis dari Kemenlu RI kepada Medcom.id, Rabu 24 April 2019, kedua WNI tersebut divonis hukuman mati pada tanggal 28 Maret 2010 atas dakwaan melakukan sihir dan guna-guna terhadap keluarga majikan.
 
Keduanya seharusnya bebas dari tahanan pada akhir tahun 2018. Namun atas upaya hukum dari majikan yang masih keberatan dengan putusan bebas tersebut, keduanya masih ditahan hingga awal tahun 2019. Upaya majikan untuk menghalangi pembebasan terus dilakukan hingga detik-detik menjelang pembebasan.
 
Baca:Lolos dari Hukuman Mati di Arab Saudi, Dua WNI Dipulangkan
 
Menghadapi upaya majikan tersebut, KBRI Riyadh tidak tinggal diam. Berbagai upaya dilakukan. KBRI menunjuk pengacara untuk memberikan pembelaan serta secara rutin memberikan pendampingan dan kunjungan kekonsuleran.
 
KBRI juga melakukan berbagai upaya pendekatan serta mengirimkan beberapa kali surat dan nota diplomatik kepada berbagai pihak di Arab Saudi, termasuk kepada Gubernur Riyadh dan Raja Arab Saudi, hingga akhirnya pada tanggal 21 April 2019 Gubernur Riyadh mengeluarkan surat putusan yang membebaskan keduanya dari tahanan.
 
Sejak tahun 2011, terhitung 104 WNI yang terancam hukuman mati di Arab Saudi, 87 diantaranya berhasil dibebaskan. Saat ini masih terdapat 11 WNI terancam hukuman mati di Arab Saudi, beberapa diantaranya adalah karena dakwaan melakukan sihir.
 
Kasubdit Kelembagaan dan Diplomasi Perlindungan Kemenlu RI Judha Nugraha mengatakan, umumnya tuduhan sihir terjadi karena WNI yang bekerja di Arab Saudi membawa benda-benda dari kampung halamannya yang diduga oleh majikan atau aparat hukum Arab Saudi sebagai alat sihir, antara lain berupa jimat.
 
"Ini menunjukkan pentingnya mempersiapkan lebih baik WNI kita yang akan bekerja di luar negeri dengan pengetahuan dasar mengenai hukum dan budaya setempat," ungkapnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif