Harimau Pemangsa 13 Orang Ditembak Mati
India adalah rumah dari 60 persen total populasi harimau di dunia. (Foto: AFP)
New Delhi: Seekor harimau betina yang dilaporkan media India telah membunuh 13 orang telah ditembak mati dalam sebuah perburuan berskala besar. Harimau ini disebut-sebut telah menghindari penangkapan oleh warga di kawasan hutan negara bagian Maharashtra sejak dua tahun terakhir.

Bulan lalu, otoritas alam liar India menggunakan semacam parfum untuk memancing harimau tersebut. Sejumlah aktivis mendorong agar harimau itu diselamatkan, namun Mahkamah Agung India menegaskan tidak akan mengintervensi jika petugas dinas kehutanan terpaksa menembaknya.

Baca: India Buru Harimau Pembunuh 13 Orang


Sebuah tim terlatih dengan senjata bius dan peluru tajam disiagakan di kendaraan di sebuah ruas jalan, yang disebut warga pernah dilewati harimau bernama T-1 itu. Satu tim patroli kemudian mendatangi sebuah area dekat desa Borati pada Jumat malam, setelah mendapat laporan mengenai kehadiran T-1.

Kepala Konservator Utama Hutan AK Mishra mengatakan kepada surat kabar Indian Express bahwa seorang staf berhasil membidik harimau dengan tembakan penenang pada sekitar pukul 23:00 waktu setempat.

"Tapi harimau itu menyerang tim, dan memaksa Ashgar menembaknya untuk membela diri," kata Mishra, seperti disitat dari media Metro.co.uk, Sabtu 3 November 2018. Ashgar merujuk pada Ashgar Ali Khan, putra dari pemburu tenama di India, Nawab Shafath Ali Khan.

"Harimau itu mati dalam satu tembakan," lanjut dia.

Agustus lalu, seekor harimau betina dan dua anaknya membunuh tiga orang di area dekat kota Pandharkawada di distrik Yavatmal. Kematian itu membuat lebih dari 5.000 warga sekitar khawatir akan keselamatan mereka.

Untuk mengantisipasi adanya serangan harimau lebih lanjut, pemerintah India mengimbau warga di area hutan India untuk pulang lebih awal usai bekerja di ladang, tidak bepergian seorang diri dan tidak buang air besar di area terbuka. 



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id