Biaya, Hambatan RI Aplikasikan Rekomendasi PBB soal Bencana
Gempa dan tsunami yang melanda Palu, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. (Foto: AFP)
Jakarta: Keterbatasan biaya membuat Indonesia tidak bisa mengaplikasikan semua rekomendasi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) soal mitigasi bencana. Hal ini diungkapkan oleh Deputi I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Bernardus Wisnu.
 
"Kami tentu sudah mengaplikasikan rekomendasi dari PBB, yang di dalamnya juga terdapat rekomendasi dari Jepang. Namun keterbatasan biaya membuat kami tidak bisa menerapkan semuanya," kata Bernardus di Gedung RRI, Jakarta, Senin 29 Oktober 2018.
 
"Jika ingin mengaplikasikan semua rekomensasi mitigasi bencana PBB, tentu kami perlu waktu dan juga perlu dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah pusat dan sektor privat," lanjut dia.
 
Namun, ujarnya, kini BNPB tetap memprioritaskan sejumlah komitmen untuk dicapai demi memperbaiki kesalahan saat Indonesia dilanda bencana, khususnya gempa bumi.
 
"Salah satunya adalah meningkatkan kerja sama dengan badan-badan internasional juga bekerja sama dengan negara-negara yang memiliki letak geografis seperti Indonesia, contohnya Jepang," tukas Bernadus.
 
Selain itu, tambahnya, BNPB juga harus meningkatkan kinerja kemampuan sistem peringatan bencana kepada masyarakat seperti yang dimiliki Jepang.
 
Sementara itu, Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii juga berharap Indonesia bisa belajar banyak dari Jepang, dan sebaliknya. Pasalnya, Indonesia dan Jepang sama-sama terletak di dalam lingkaran Cincin Api yang rentan bencana alam.
 
"Dua negara harus sama-sama belajar soal gempa bumi dan tsunami. Jepang juga masih dalam proses meningkatkan layanan untuk masyarakat dalam hal menginformasikan soal gempa dan tsunami," pungkasnya.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id