Empat Kota Asia Termasuk Jakarta Terancam Tenggelam
Warga Jakarta berjalan di tengah banjir pada 21 Februari 2017. (Foto: AFP/STR)
Jakarta: Jakarta masuk dalam daftar empat kota di Asia yang terancam tenggelam di masa mendatang. Hal ini disebabkan semakin turunnya permukaan tanah di Jakarta, serta terus meningkatnya ketinggian permukaan air laut terkait perubahan iklim

Laman Asian Correspondent, Rabu 21 November 2018, memberitakan beberapa kota Asia lain yang terancam tenggelam adalah Thailand, Manila dan Shanghai. Negara kepulauan seperti Maladewa juga diprediksi terancam hal serupa.

"Semakin menurunnya permukaan tanah serta kenaikan permukaan air laut berpotensi menyebabkan beberapa kota terpadat di Asia lenyap di bawah air jika langkah antisipasi tidak segera dilakukan," demikian ulasan Asian Correspondent.


Baca: Jakarta Terancam Penurunan Muka Tanah

Laporan terbaru Intergovernmental Panel of Climate Change (IPCC) menyoroti perlunya tindakan mendorong sejumlah pemerintah dunia untuk mempertahankan kenaikan suhu global sebesar 1,5 derajat celcius. Jika suhu naik di atas itu, maka konsekuensinya dapat berujung fatal.

"Bahkan dengan hanya peningkatan 1,5 derajat Celcius, IPCC memprediksi kenaikan permukaan air laut antara 0,3 dan 0,8 meter pada 2100. Jika naik 2 derajat, maka kenaikan permukaan air laut dapat bertambah lagi 10 sentimeter," imbuh IPCC.

Menurut IPCC, Asia berisiko tinggi terkena imbas buruk dari perubahan iklim. Sebanyak empat dari lima orang yang tinggal di Asia diprediksi terkena imbas buruk menurunnya permukaan tanah dan meningkatnya permukaan air laut.

Asia merupakan wilayah dengan populasi perkotaan terbesar. Diperkirakan 54 persen dari total populasi Asia tinggal di zona pantai dataran rendah. 

"Tanpa langkah signifikan dari pemerintah di seluruh dunia untuk menghadapi perubahan iklim, kota-kota besar di Asia ini mungkin tidak dapat bertahan," sebut IPCC.

Sementara itu, menurut laporan Christian Aid, Jakarta memegang gelar kota tenggelam tercepat di dunia. Permukaan tanah kota ini tenggelam sekitar 25,4 sentimeter per tahun.

Dalam laporan Christian Aid berjudul 'Sinking City, Rising Seas', sekitar 40 persen dari Jakarta sudah berada di bawah permukaan laut. Permukaan tanah di wilayah pesisir, seperti Muara Baru, menurun 4,3 meter dalam beberapa tahun terakhir.

Aktivitas manusia membuat kondisi di wilayah rawan banjir tersebut semakin memburuk. Laporan juga menyebutkan 97 persen wilayah Jakarta tertutup beton, sehingga terjadi penurunan tanah di seantero kota.

Beratnya bobot bangunan dan pembangunan di atas tanah Jakarta memperparah risiko tenggelamnya ibu kota. Hutan bakau, yang merupakan mekanisme pertahanan alami dari banjir rob, juga banyak disingkirkan untuk membuka lahan bagi permukiman warga.



(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id