Dubes Selandia Baru untuk Indonesia Jonathan Austin dalam acara Regional Conference on Digital Diplomacy di Jakarta, Selasa 10 September 2019. (Foto: Kemenlu RI)
Dubes Selandia Baru untuk Indonesia Jonathan Austin dalam acara Regional Conference on Digital Diplomacy di Jakarta, Selasa 10 September 2019. (Foto: Kemenlu RI)

Selandia Baru Dorong Penggunaan Medsos untuk Perangi Terorisme

Internasional selandia baru
Sonya Michaella • 10 September 2019 15:03
Jakarta: Aksi teroris yang menimpa Christchurch, Selandia Baru pada Maret lalu merupakan pukulan terberat bagi negara tersebut. Terlebih, aksi terorisme tersebut dibagikan secara langsung oleh pelaku di media sosia, sehingga dapat disaksikan banyak orang kala itu.
 
"Kami harap kebebasan menjelajahi internet yang digunakan oleh masyarakat disertai rasa tanggung jawab untuk tidak menyebarkan ideologi terorisme," kata Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia Jonathan Austin dalam acara Regional Conference on Digital Diplomacy di Jakarta, Selasa 10 September 2019.
 
Austin menambahkan, penyebaran tautan video aksi penembakan di masjid Christchurch tersebut jelas menimbulkan kerugian. Siaran langsung itu telah ditonton sebanyak 4.000 kali dalam 24 jam pertama, sebelum akhirnya dihapus oleh Facebook.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Media sosial digunakan (pelaku penembakan Christchurch) untuk menyebarkan aksi terorisme. Ini belum pernah terjadi sebelumnya. Tak terhitung ribuan orang yang telah menyaksikan aksi keji tersebut," ucap dia.
 
Austin meyakini, kerja sama antara Selandia Baru dan negara-negara di kawasan serta melalui konferensi ini dapat menghapus tren menyebarkan ideologi kekerasan, ekstremis, dan terorisme.
 
"Kami percaya media sosial seperti Facebook, Youtube, dan Twitter dapat menghubungkan orang-orang di seluruh dunia untuk sesuatu yang positif," tuturnya.
 
Usai serangan teror, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Arden menginisiasi Christchurch Call (CC). Tujuannya adalah untuk menghilangkan konten terorisme dan kekerasan di internet.
 
"Pemerintah kami, melalui CC, berupaya menunjukkan dan memastikan bahwa media sosial tidak dapat digunakan lagi untuk menyebarkan terorisme," ungkap dia.
 
Austin menjelaskan, CC mengambil pendekatan unik dengan menyatukan sejumlah negara untuk berkomitmen melawan ekstremisme melalui sosial media. Secara khusus, Selandia Baru juga ingin membentuk forum internet global yang inklusif dan kolaboratif untuk melawan terorisme.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif