Gunung berapi di White Island, Selandia Baru, terlihat di kejauhan. (Foto: Auckland Rescue Helicopter Trust/AFP / Handout)
Gunung berapi di White Island, Selandia Baru, terlihat di kejauhan. (Foto: Auckland Rescue Helicopter Trust/AFP / Handout)

Dubes RI Klarifikasi Video Hoaks Erupsi Selandia Baru

Internasional gunung berapi selandia baru
Willy Haryono • 14 Desember 2019 13:08
Wellington: Beberapa hari ini beredar di media sosial sebuah video ledakan gunung merapi di Whakaari atau White Island, Selandia Baru. KBRI Wellington memastikan video yang meresahkan dan menimbulkan banyak pertanyaan itu hoaks.
 
"Tidak ada letupan yang semburan asap dan laharnya melanda daratan di sekitarnya sehingga menyebabkan kehancuran sebagaimana yang digambarkan di video tersebut," kata Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Sabtu 14 Desember 2019.
 
Erupsi gunung berapi di White Island pada Senin 9 Desember lalu adalah yang terbesar di Selandia Baru. Sebanyak 47 turis sedang berkunjung ke White Island ketika erupsi terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Para turis itu terdiri dari 2 asal Inggris, 4 Jerman, 24 Australia, 5 Selandia Baru, 2 Tiongkok, 1 Malaysia dan 9 Amerika Serikat. Empat belas orang dikonfirmasi meninggal, 17 masih dirawat di rumah sakit dan 13 di antaranya dalam keadaan kritis. Sebelas sudah direpatriasi ke Australia dan lima pasien sudah keluar dari rumah sakit.
 
Dibutuhkan 1.2 miliar sentimeter kulit manusia untuk mengganti kulit korban yang terbakar. Satu atau dua korban dilaporkan mengalami luka bakar hingga 90 persen,
 
"Tidak ada korban WNI dalam tragedi ini. Situasi sudah terkendali, petugas gabungan terus bekerja untuk mencari dua korban yang diperkirakan masih tertinggal di lokasi kejadian," ujar Dubes Tantowi.
 
"KBRI Wellington terus memonitor dan berkomunikasi dengan perwakilan warga kita yang ada di daerah tempat kejadian," sambung dia.
 
Diberitakan oleh media-media di Selandia Baru, ada dua turis dari Indonesia yang sedang memancing di dekat lokasi kejadian. Setelah ditelusuri, keduanya ternyata adalah dokter yang sedang ikut dalam proses penyelamatan korban. "Namun kedua dokter tersebut menolak untuk dipublikasikan," sebut Dubes Tantowi.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif