Seorang warga berdoa di depan studio KyoAni yang terbakar dan menewaskan 33 orang. Foto: AFP.
Seorang warga berdoa di depan studio KyoAni yang terbakar dan menewaskan 33 orang. Foto: AFP.

Neraka di Studio Animasi Kyoto

Internasional kebakaran jepang
Fajar Nugraha • 19 Juli 2019 17:44
Kyoto: Saksi mata menguraikan kejadian kebakaran yang melanda studio animasi Kyoto, Jepang. Api mengamuk yang membuat orang-orang di luar tidak bisa mendekati untuk membantu orang yang mencoba melarikan diri.
 
"Ada seseorang yang melompat dari lantai dua, tapi kami tidak bisa terburu-buru untuk membantu karena kobaran api sangat hebat," kata seorang wanita setempat kepada harian Asahi Shimbun, yang dikutip AFP, Jumat 19 Juli 2019.
 
"Orang dengan luka bakar parah menangis tak terkendali, hanya benar-benar bingung. Rasanya seperti aku sedang melihat neraka,” imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penyelidik polisi berada di lokasi Jumat mengambil gambar dan memeriksa bangunan yang hancur, tetapi motif dalam serangan itu masih belum jelas.
 
Seorang tersangka 41 tahun ditahan, tetapi penyelidikan terhambat oleh fakta bahwa pria itu menderita luka bakar serius. Dia dirawat di rumah sakit dan dilaporkan tidak sadarkan diri pada hari Jumat.
 
Hanya detail samar yang muncul tentang pria itu, yang dilaporkan meneriakkan "matilah" sebelum menyalakan api.
 
Media lokal mengatakan dia tampaknya tidak memiliki hubungan dengan Kyoto Animation. Dia dilaporkan juga membawa pisau dan palu ke gedung.
 
Beberapa laporan menyatakan bahwa lelaki itu yakin perusahaan telah mencuri karyanya, dengan surat kabar Kyoto Shimbun setempat melaporkan bahwa ia memberi tahu polisi: "Saya membakar karena mereka mencuri novel."
 
Pada Kamis, Presiden Kyoto Animasi Hideaki Hatta mengatakan perusahaan telah menerima email ancaman pembunuhan di masa lalu tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.
 
Perusahaan yang didirikan oleh pasangan suami-istri ini dikenal dengan animasi yang mahir dari karya manga, dan memiliki reputasi sebagai pemberi kerja yang dermawan dalam industri yang penuh dengan eksploitasi seniman.
 
Masih ada sedikit informasi tentang para korban kebakaran. Polisi setempat mengatakan 12 pria dan 20 wanita termasuk di antara yang tewas, dengan satu korban belum diidentifikasi.
 
Pemilik restoran lokal Tomoyo Kamada mengatakan karyawan perusahaan sering datang kepadanya "Cafe Lapin" untuk makan siang.
 
"Mereka adalah wanita yang serius dan sopan yang memberi kesan mencintai pekerjaan mereka dan memberikannya hati dan jiwa mereka," katanya kepada AFP.
 
"Aku masih tidak bisa mempercayainya. Aku tidak mengerti mengapa orang-orang seperti mereka harus mengalami nasib seperti itu,” pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif