Ricky Joseph Pesik (kiri) dalam acara FCE di Nusa Dua. (Foto: Kemenlu RI)
Ricky Joseph Pesik (kiri) dalam acara FCE di Nusa Dua. (Foto: Kemenlu RI)

Bekraf dan Kemenlu Bahas Pengembangan Ekonomi Kreatif

Internasional kemenlu ekonomi kreatif
Willy Haryono • 02 September 2019 11:42
Nusa Dua: Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI kembali menyelenggarakan Friends of Creative Economy (FCE) di Nusa Dua, Bali pada 2-3 September 2019. Kegiatan ini fokus membahas tentang arah kebijakan, inventarisasi ide, pemecahan masalah, dan strategi pengembangan ekonomi kreatif global.
 
"Kami mengajak seluruh negara untuk berkolaborasi dengan Indonesia dalam mempromosikan ekonomi kreatif melalui World Conference on Creative Economy,” ungkap Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik dalam pembukaan FCE.
 
FCE merupakan forum multi-stakeholder yang melibatkan akademisi, bisnis, pemerintah, komunitas, dan media (pentahelix) dari berbagai negara. Kegiatan tahunan ini membahas berbagai isu dan perkembangan ekonomi kreatif yang bertujuan untuk mendorong kolaborasi internasional dalam ekonomi kreatif yang lebih inklusif.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Senada dengan tujuan WCCE, Wakil Menteri Luar Negeri AM Fachir menyampaikan perlunya meningkatkan awareness mengenai ekonomi kreatif di tingkat internasional.
 
"Pemerintah berperan penting dalam mengarusutamakan isu tersebut ke fora internasional antara lain dengan berkolaborasi dengan beberapa badan PBB terkait, serta mengupayakan pengajuan rancangan resolusi mengenai ekonomi kreatif di forum PBB," ucapnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.
 
Bekraf dan Kemenlu Bahas Pengembangan Ekonomi Kreatif
AM Fachir dalam acara FCE di Nusa Dua. (Foto: Kemenlu RI)
 
Acara yang diikuti 200 delegasi dari 37 negara dan organisasi internasional ini mengusung tema Reviewing the Implementation of Bali Agenda. Bali Agenda for Creative Economy merupakan hasil World Conference on Creative Economy 2018 pada 6-8 November 2018 di Nusa Dua, Bali.
 
Bali Agenda memuat 21 peta jalan bagi negara-negara untuk memajukan ekonomi kreatifnya dan mengarusutamakan isu ekonomi kreatif di tingkat internasional.
 
Selama dua hari, forum ini mendiskusikan topik Collaboration and Collective Behaviours of FCE; Enabling Ecosystem Development; dan Celebration, Promotion, and Enablement of SDGs, Cultural Heritage, and Diversity. Hasil FCE 2019 merupakan pedoman substansi bagi penyelenggaraan WCCE ke-2 tahun 2020 di Dubai, Persatuan Emirat Arab.
 
FCE 2019 menghadirkan sejumlah tokoh, termasuk yang berasal dari badan-badan PBB, antara lain, United Nations Development Program (UNDP) maupun United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD). Selain itu, sektor swasta di bidang industri kreatif seperti Tokopedia, Traveloka, dan Shopee juga turut hadir.
 
Ekonomi kreatif mendapat perhatian serius dari Pemerintah Indonesia. Saat ini sektor industri kreatif mempekerjakan 16 juta pekerja di Indonesia dan menyumbang sebesar 7,57 persen dari PDB Indonesia di tahun 2018.
 
World Conference on Creative Economy merupakan konferensi ekonomi kreatif tingkat dunia yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Indonesia. WCCE 2018 telah menarik perhatian dunia, dan banyak negara telah mengajukan diri untuk menjadi tuan rumah. Konferensi berikutnya akan dilaksanakan di Dubai.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif