Kanya, WNI yang dapat penghargaan dari Kepolisian Singapura. (Foto: Mediacorp),
Kanya, WNI yang dapat penghargaan dari Kepolisian Singapura. (Foto: Mediacorp),

Bantu Polisi Singapura Ungkap Pencurian, WNI Diberi Penghargaan

Internasional singapura
Marcheilla Ariesta • 22 Desember 2018 12:57
Singapura: Kasus pencurian dalam penerbangan Jetstar pada Juni lalu berhasil diungkapkan. Ini berkat bantuan dari Kanya, warga negara Indonesia yang meninggalkan Singapura untuk kembali ke Jakarta merayakan Idulfitri.

Kepolisian Singapura memberikannya penghargaan atas jasanya tersebut. Deputi Asisten Komisaris Polisi Singapura (DAC) Goh Wee Khern mengatakan kewaspadaan Kanya patut dipuji.

"Kewaspadaan Kanya, yang mengarah pada penangkapan tersangka patut dipuji. Polisi berterima kasih kepadanya atas tindakan yang berjiwa sosial itu. Tindakan tersebut membantu mencegah kejahatan di pesawat terbang," kata Goh, dikutip dari laman Channel News Asia, Sabtu 22 Desember 2018.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



Kanya mengatakan dia naik pesawat Jetstar tersebut dan mengamati dua pria berperilaku mencurigakan. Salah satu dari pria tersebut duduk di sebelahnya. Sekitar 15 menit usai pesawat lepas landas, pria di sampingnya berdiri dan melihat kompartemen di atas kepala. Saat itu, Kanya mengatakan dirinya masih belum curiga.

"Dia melihat tas pertama dengan sangat percaya diri seolah-olah tas itu miliknya. Saya tidak curiga, saya berpikir mungkin karena barang-barang di ransel pertama hanya pakaian," tuturnya.

Menurut dia, pria tersebut berusia 35 tahun dan berpakaian bagus mengenakan kaos dan celana panjang serta sepasang sepatu milik New Balance. Dia, kata Kanya, membawa dompet perjalanan milik Gucci.

Usai membuka tas pertama, pria itu membuka dua kompartemen lain, termasuk satu yang di atasnya. Saat dia membuka ransel perak, kecurigaan Kanya mulai muncul.

"Saya baru merasa aneh karena ketika terbang menggunakan maspakai murah, Anda tentu tidak membawa begitu banyak barang. Lagi pula, tas perak itu tidak sesuai dengan gayanya," imbuh dia.

Tas perak tersebut berisi gadget, termasuk kamera, iPad dan pengisi daya. Tersangka mengambilnya dengan gelagat aneh menurut Kanya.

"Saya sering bepergian jadi saya tahu persis di mana saya menaruh barang-barang dalam tas. Namun, ekspresinya tampak bingung ketika mengeluarkan barang tersebut, seperti mengidentifikasi mereka," imbuhnya.

Kanya juga melihat pria lainnya mendapati sejumlah uang tunai. Dia kemudian melaporkan perbuatan mereka kepada awak pramugari di depan tanpa diketahui dua pria itu. Pramugari mengatakan dia juga mendapat laporan dari salah seorang penumpang yang kehilangan uang.

Sebelum pesawat mendarat, kapten penerbangan mengatakan penumpang tidak diizinkan turun karena insiden tersebut. Kanya melihat penumpang di sampingnya mulai gugup.

Berkat Kanya, dua pria berusia 49 dan 55 tahun itu diinterogasi. Kedunya kembali ke Singapura. Dua pria tersebut diketahui transit di Negeri Singa dari Hong Kong. Polisi berhasil menyita uang sebanyak 4,6 juta dolar Singapura dalam mata uang lokal dan asing dari Eropa, Brasil dan Amerika Serikat.

Para pencuri itu didakwa masing-masing dengan lima dakwaan pencurian. Mereka dijatuhi hukuman penjara hingga 19 bulan pada Oktober lalu.


(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi