Pesawat maskapai Singapore Airlines. (Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)
Pesawat maskapai Singapore Airlines. (Foto: AFP/ROSLAN RAHMAN)

Singapura dan Malaysia Selesaikan Sengketa Wilayah Udara

Internasional malaysia singapura
Willy Haryono • 06 April 2019 17:07
Singapura: Pemerintah Singapura dan Malaysia, Sabtu 6 April 2019, sepakat menyelesaikan sengketa wilayah udara yang telah berlangsung sejak akhir tahun lalu. Terobosan akhirnya tercapai setelah kedua negara bernegosiasi selama berbulan-bulan.
 
Ketegangan Singapura dan Malaysia atas sengketa wilayah udara terjadi sejak Desember tahun lalu. Kala itu, Malaysia mengkritik Singapura yang berencana mengenalkan Instrumental Landing System -- sebuah sistem landasan pacu yang memungkinkan pesawat tetap dapat mendarat meski jarak pandang relatif buruk.
 
Sistem tersebut direncanakan dibangun di Bandara Seletar di dekat perbatasan Malaysia. Kuala Lumpur mengklaim rute penerbangan pesawat di bawah sistem terbaru Singapura itu dapat berimbas pada proyek konstruksi di wilayah Malaysia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Malaysia merespons rencana penerapan sistem Instrumental Landing System dengan menciptakan "area terlarang permanen" di dekat perbatasan Singapura. Di area tersebut, semua pesawat sipil dilarang melintas.
 
Sejak Januari tahun ini, Singapura dan Malaysia memutuskan untuk membicarakan sengketa wilayah udara itu secara baik-baik.
 
Dalam keterangan terbaru hari ini, dilansir dari laman Nikkei Asian Review, Menteri Transportasi Singapura Khaw Boon Wan dan Anthony Loke dari Malaysia merilis pernyataan gabungan. Disebutkan bahwa Singapura akan menarik sistem pendaratan terbaru itu dari Bandara Seletar, sementara Malaysia menghilangkan area terlarang permanen dalam jangka waktu yang tidak ditentukan.
 
Masih dari pernyataan gabungan tersebut, perjanjian terbaru Singapura dan Malaysia telah diimplementasikan otoritas penerbangan sipil kedua negara sejak Jumat 5 April malam.
 
Meski sudah ada pernyataan gabungan, bukan berarti sengketa wilayah udara Singapura dan Malaysia ini benar-benar telah berakhir.
 
Tahun lalu, Singapura dan Malaysia juga bersitegang mengenai wilayah perairan. Namun Maret lalu keduanya sepakat menunda pengembangan pelabuhan masing-masing. Kedua negara juga sepakat menahan diri dalam melakukan aktivitas perdagangan di perairan sengketa.
 
Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong dan PM Malaysia Mahathir Mohammad dijadwalkan bertemu pekan depan. Isu wilayah udara dan maritim diyakini akan berada dalam agenda pertemuan keduanya.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif