Menlu Retno Marsudi dalam BDF VIII di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12/2015). (Foto: Kemenlu RI)
Menlu Retno Marsudi dalam BDF VIII di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Kamis (10/12/2015). (Foto: Kemenlu RI)

BDF VIII Tegaskan Pemajuan Demokrasi Home-Grown dan Inklusif

Internasional bali democracy forum
Willy Haryono • 10 Desember 2015 18:24
medcom.id, Nusa Dua: Pemajuan demokrasi yang home-grown, inklusif dan berkesinambungan telah ditegaskan kembali dalam sesi perdebatan umum Bali Democracy Forum (BDF) VIII di Nusa Dua, Bali, 10 Desember 2015.
 
Sesi tersebut dipimpin langsung Menteri Luar Negeri Retno L.P. Marsudi, di mana sejumlah 37 Ketua Delegasi serta satu pimpinan Organisasi Internasional telah menyampaikan pidato mereka dalam sesi ini.
 
Sejumlah negara menyampaikan apresiasi kepada Indonesia atas upaya-upaya berkesinambungan dalam memajukan demokrasi melalui forum BDF. Selain itu, para peserta juga sepakat dengan pandangan Indonesia bahwa pemajuan demokrasi harus dilakukan melalui pendekatan home-grown, inklusif dan berkesinambungan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pandangan lain yang mengemuka pada sesi ini antara lain bahwa kehidupan berdemokrasi di sebagian negara, termasuk di Myanmar, telah berkembang ke arah inklusif dan non-konfrontatif. Diyakini bahwa pemajuan demokrasi bukan sesuatu yang mudah, namun demokrasi merupakan salah satu cara menuju tata kelola pemerintahan yang efektif untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat melalui pemerintahan yang transparan dan dipertanggungjawabkan.
 
Selain itu, beberapa pemimpin negara telah menanamkan prinsip-prinsip dasar tata kelola pemerintahan yang baik dan efektif serta pentingnya penegakan hukum di negara masing-masing. Ditekankan juga pentingnya kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan dunia global, seperti korupsi, terorisme, perubahan iklim serta masalah kemiskinan.
 
Sejalan dengan disepakatinya Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, khususnya goal 16 mengenai perdamaian, keadilan dan kelembagaan yang kuat, tema utama forum terkait pentingnya tata kelola pemerintahan yang efektif diyakini menjadi prasyarat implementasi agenda tersebut.
 
Menlu Retno menyampaikan apresiasi kepada negara-negara peserta, yang dengan terbuka menyampaikan perkembangan demokrasi dan pelaksanaan tata kelola pemerintahan efektif di masing-masing negara.
 
BDF VIII dihadiri sekitar 250 perwakilan dari 89 (delapan puluh sembilan) negara dan 3 (tiga) organisasi internasional, berlangsung pada tanggal 10 – 11 Desember 2015. BDF merupakan forum tingkat menteri tahunan yang diselenggarakan Indonesia sejak 2008.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif