Singapura Turunkan Pasukan Bersenjata Kawal KTT Trump-Kim
Pemandangan Pulau Sentosa Singapura. (Foto: AFP)
Singapura: Enam hari menuju pertemuan bersejarah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Singapura menyatakan akan menurunkan pasukan bersenjata.

"Polisi, lembaga Home Team, Pasukan Bersenjata dan polisi tambahan akan dikerahkan selama KTT. Kami telah bekerja sama dengan tim keamanan lanjutan dari kedua negara untuk mengembangkan pengamanan," kata Direktur Operasi SAC Kwang Hwee.

"KTT ini sangat penting. Polisi dan badan keamanan Singapura berkomitmen untuk memastikan keamanannya," lanjut dia, dikutip dari Channel News Asia, Rabu 6 Juni 2018.


Selama kurun waktu sepekan menjelang pertemuan, pengamanan cukup ketat pun sudah dimulai, terutama pemeriksaan terhadap kendaraan dan turis asing.

Singapura juga telah menentukan zona khusus yang akan diperketat pengamanannya, yaitu area Capella, Pulau Sentosa dan kawasan Marina Bay Sands. Selain itu, Claymore Road, Cuscaden Road, Nassim Road dan Grange Road juga akan dijaga ketat.

"Langkah-langkah keamanan lainnya adalah larangan pesawat nirawak di area-area khusus tersebut dan pembatasan pergerakan kapal," ungkapnya.

Polisi juga meminta kerja sama dari rakyat Singapura dan para turis mancanegara untuk turut serta mendukung pengamanan demi kelancaran KTT bersejarah ini.

Pertemuan Trump dan Kim sendiri dijadwalkan akan digelar pada 12 Juni di Hotel Capella, Pulau Sentosa mulai pukul 09.00 pagi waktu setempat. 




(WIL)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id