Korsel Pertimbangkan Penangguhan Latihan Militer Gabungan
Latihan gabungan AS dan Korsel pada 2016. (Foto: AFP)
Seoul: Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengungkapkan tidak menutup kemungkinan untuk memenuhi keinginan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang bakal mengakhiri latihan gabungan Korsel-AS.

Korsel juga tak keberatan untuk melakukan penangguhan tersebut demi terwujudnya denuklirisasi Korea Utara (Korut).

"Tapi kami masih harus mempertimbangkan, mencari tahu dan memastikan maksud dari perkataan Presiden Trump yang sebenarnya," kata juru bicara Gedung Biru Kim Eu-kyeom, dikutip dari AFP, Kamis 14 Juni 2018.


Pernyataan itu dilontarkan Trump setelah menandatangani kesepakatan dengan Kim Jong-un di Singapura.

Baca: Pentagon Terkejut Trump akan Tarik Pasukan dari Korsel

Trump menambahkan, salah satu alasan penangguhan latihan militernya dengan Korsel adalah untuk menghemat biaya karena dana untuk mengadakan pertemuan sangatlah mahal.

Kendati demikian, beberapa jam setelah pernyataan itu, pasukan AS di Korsel mengaku masih menjalani latihan militer seperti biasanya.

Mereka mengaku akan bergerak jika sudah mendapat instruksi pasti dari Pentagon.

Janji Trump yang dibuat dalam kesepakatan dengan Kim Jong-un kemarin, sontak membuat warga Korsel terkejut. Pasalnya, latihan militer tahunan AS-Korsel membentuk benteng pertahanan di wilayah tersebut.

Ulchi Freedom Guardian adalah salah satu latihan militer terbesar di dunia. Latihan ini berlangsung selama 11 hari dan melibatkan sekitar 17.500 pasukan AS dan 50 ribu pasukan Korsel.

Pengumuman Trump ini dianggap terlalu cepat karena hingga saat ini Korut belum sepenuhnya membongkar program senjata nuklirnya.




(FJR)