Massa yang berlari dari bentrok dengan polisi saat protes di Hong Kong, Rabu 12 Juni 2019. (Foto: AFP).
Massa yang berlari dari bentrok dengan polisi saat protes di Hong Kong, Rabu 12 Juni 2019. (Foto: AFP).

Pemerintah Hong Kong: Kerusuhan Dilakukan Terorganisir

Internasional hong kong
Fajar Nugraha • 13 Juni 2019 06:38
Hong Kong: Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengecam pengunjuk rasa yang bentrok dengan polisi pada Rabu 12 Juni 2019. Pemimpin wilayah Hong Kong tersebut menyebut bentrokan itu sebagai ‘kerusuhan terorganisir’.
 
Baca juga: Hong Kong Tenang Usai Kerusuhan yang Melukai 72 Orang.
 
Ini adalah komentar pertama Lam sejak bentrokan pecah antara polisi dengan pada pedemo yang menentang Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi ke wilayah Tiongkok.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tindakan kerusuhan yang mengorbankan masyarakat yang damai, mengabaikan hukum dan disiplin tidak dapat diterima oleh masyarakat beradab," kata Carrie Lam dalam sebuah pernyataan video, seperti dikutip Channel News Asia, Kamis, 13 Mei 2019.
 
"Jelas bahwa ini bukan demonstrasi damai, tetapi kerusuhan yang terorganisir secara terbuka. Protes itu sama sekali bukan tindakan mencintai Hong Kong,” imbuh Lam.
 
Baca juga: Demo Hong Kong Ricuh, Polisi Menembakkan Gas Air Mata.
 
Lam "sangat mengutuk" kekerasan dan mendesak kota untuk kembali normal sesegera mungkin. Selain itu Lam mengatakan beberapa orang yang menyatakan para pedemo sama sekali mengabaikan keselamatan publik dan memblokir jalan-jalan, melumpuhkan lalu lintas dan sangat mengganggu ketertiban di masyarakat.
 
Lebih lanjut Lam mengatakan, beberapa orang berulang kali menyerang garis penjagaan polisi dan terlibat dalam kegiatan seperti membakar, menyerang polisi dengan menghujamkan tiang dan batu bata, dan merusak fasilitas umum di dekatnya.
 
Konfrontasi bukan solusi
 
Carrie Lam mengakui bahwa RUU Ekstradisi itu menarik "opini positif dan negatif yang kuat di masyarakat".
 
“Tetapi konfrontasi yang intens tentu bukan solusi untuk meredakan pertikaian dan menyelesaikan kontroversi," katanya.
 
Baca juga: KJRI Hong Kong Imbau WNI Jauhi Lokasi Demo.
 
"Saya harap Anda semua bisa tenang untuk mempertimbangkan bahwa ini bukan pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir bahwa kami telah melihat adegan-adegan gaduh seperti itu. Hong Kong adalah masyarakat yang bebas, terbuka, dan majemuk yang menghargai pendapat berbeda tentang segalanya,” tegas Lam.
 
"Jika suatu tujuan dapat dicapai dengan cara-cara radikal dan keras, pemandangan seperti itu akan menjadi lebih parah, yang pasti akan menempatkan Hong Kong dalam bahaya,” tuturnya.
 
Mengenai isu RUU ini, Lam mengatakan dia yakin itu dapat dicapai dengan "cara damai, rasional, dan taat hukum untuk kepentingan keseluruhan Hong Kong".
 
"Saya berharap masyarakat akan kembali tertib sesegera mungkin dan saya tidak ingin ada lagi orang yang terluka dalam kerusuhan. Saya menghimbau semua warga yang mencintai tempat ini untuk menghindari kekerasan," pungkas Carrie Lam.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif