Anak-anak mengenakan masker dalam mengantisipasi ancaman virus korona. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)
Anak-anak mengenakan masker dalam mengantisipasi ancaman virus korona. (Foto: AFP/ANTHONY WALLACE)

Tekan Penyebaran Korona, Tiongkok Tunda Awal Masuk Sekolah

Internasional virus korona tiongkok
Willy Haryono • 28 Januari 2020 12:23
Beijing: Pemerintah Tiongkok menunda awal masuk sekolah dan perkuliahan di seantero negeri terkait kekhawatiran mewabahnya virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV). Sejauh ini, korban tewas virus korona nCoV telah mencapai 106 orang, dengan total kasus terkonfirmasi melampaui 4.000 di Tiongkok.
 
Dilansir dari AFP, Selasa 28 Januari 2020, Kementerian Pendidikan Tiongkok belum menyebutkan tanggal pasti kapan kegiatan belajar mengajar akan kembali dilanjutkan.
 
Namun pernyataan resmi dari kementerian tersebut mengatakan bahwa sekolah atau universitas akan kembali dibuka satu per satu tergantung situasi dan kondisi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pengurus sekolah dan universitas diimbau melarang pelajar untuk keluar ruangan, tidak berkumpul atau melakukan kegiatan yang terpusat di lokasi tertentu," ucap Kementerian Pendidikan Tiongkok.
 
Awalnya masa liburan Tahun Baru Imlek di Tiongkok dijadwalkan berakhir pada 30 Januari. Namun masa liburan ini diperpanjang tiga hari demi membatasi mobilisasi massa dalam upaya mengendalikan penyebaran virus korona.
 
Seluruh kematian akibat nCoV terjadi di Tiongkok, meski banyak negara lain telah mengonfirmasi kemunculan virus korona.
 
Negara terbaru yang mengonfirmasi kemunculan virus korona nCoV adalah Jerman. "Seorang pria di wilayah Starnberg terinfeksi korona virus terbaru," ucap juru bicara Kementerian Kesehatan di wilayah Bavaria, Jerman.
 
"Ia sedang berada dalam pengawasan di sebuah ruangan isolasi," lanjutnya.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengaku belum dapat memastikan apakah virus korona nCoV menular selama periode inkubasi sebelum munculnya gejala penyakit.
 
Virus korona diyakini pertama kali berasal dari Wuhan, sebuah kota di provinsi Hubei, Tiongkok. Virus dikabarkan pertama kali muncul pada Desember lalu di sebuah pasar yang menjual beragam hewan di Wuhan.
 
Sementara itu, saat ini terdapat 100 WNI yang berada di kota Wuhan. Pemerintah RI mengaku akan segera memasok kebutuhan pokok kepada mereka semua.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pasokan kebutuhan pokok 100 WNI saat ini hanya bisa bertahan untuk 3-5 hari ke depan.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif