Petugas menyemprotkan disinfektan di sebuah bandara di provinsi Hubei, Tiongkok. (Foto: AFP / STR)
Petugas menyemprotkan disinfektan di sebuah bandara di provinsi Hubei, Tiongkok. (Foto: AFP / STR)

Inggris Minta Warganya Tinggalkan Tiongkok Jika Memungkinkan

Internasional virus korona tiongkok
Arpan Rahman • 26 Januari 2020 12:32
London: Pemerintah Inggris menyerukan semua warganya yang sedang berada di Tiongkok, terutama di provinsi Hubei, untuk segera meninggalkan negara tersebut. Hubei merupakan provinsi tempat berdirinya Wuhan, kota yang menjadi episenter penyebaran virus korona tipe terbaru: Novel Coronavirus (nCoV).
 
Dalam sebuah imbauan yang dikeluarkan Kementerian Luar Negeri Inggris, semua warga disarankan untuk "membatalkan semua perjalanan ke provinsi Hubei."
 
"Jika Anda sudah ada di area tersebut dan dapat pergi, tolong segera lakukan. Hal ini terkait dengan Novel Coronavirus yang sedang mewabah," tulis panduan tersebut, dikutip dari Sunday Mirror, Minggu 26 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Imbauan dikeluarkan usai 31 orang yang dicurigai terjangkit virus korona nCoV di Inggris selesai diperiksa. Mereka semua dinyatakan negatif.
 
Menlu Inggris Dominic Raab telah memerintahkan jajarannya untuk mengeksplorasi kemungkinan evakuasi warga via udara dari Hubei. "Tapi sejumlah hal perlu dilakukan Tiongkok terlebih dahulu sebelum kami dapat menjanjikan apapun," kata seorang sumber dari Kemenlu Inggris kepada Sun Online.
 
Sabtu sore kemarin, 31 orang di seantero Inggris, Wales, Skotlandia dan Irlandia Utara menjalani pemeriksaan virus korona. Menurut keterangan Departemen Kesehatan Inggris (DOH), semua tes berakhir negatif nCoV.
 
Sejauh ini juga tidak ada warga Inggris di luar negeri yang terjangkit virus korona nCoV. DOH menyebut risiko penyebaran varian baru virus korona di Inggris relatif rendah.
 
Kendati risiko penyebarannya rendah, DOH masih terus berusaha melacak sekitar 2.000 orang yang belum lama ini datang ke Inggris dari Wuhan, kota yang menjadi episenter penyebaran virus korona nCoV.
 
"Kami masih terus mencari sebanyak mungkin penumpang yang tiba (di Inggris) dalam dua pekan terakhir," sebut DOH.
 
Sementara itu, seorang pria Inggris mengaku terjebak di Wuhan setelah penerbangan pulangnya untuk tanggal 3 Februari mendatang dibatalkan. Ia mengklaim saat ini siapapun tidak belum dapat keluar dari kota tersebut.
 
"Tidak ada berita kapan bandara akan dibuka lagi. Saya juga belum menerima bantuan dari Kedutaan Besar Inggris di Beijing yang tutup sepanjang akhir pekan," lanjut dia.
 
Wuhan dan sejumlah kota lainnya di Tiongkok telah ditutup total. Penutupan dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut di tengah bermunculannya kasus virus korona di banyak negara.
 
Selain menutup akses ke Wuhan dan beberapa kota lain, otoritas Tiongkok tengah menggenjot upaya pembangunan dua rumah sakit darurat di Wuhan. Satu rumah sakit darurat ini diproyeksikan memiliki kapasitas 1.000 tempat tidur, dan yang kedua 1.300.
 
Selain Inggris, Amerika Serikat, Prancis dan Rusia juga berusaha mengeluarkan warga mereka masing-masing dari Hubei.
 
AS menyiapkan sebuah pesawat sewaan untuk memulangkan warga serta diplomat mereka, sementara Prancis berencana melakukannya dengan menggunakan moda transportasi bus.
 
Rusia juga berkoordinasi dengan Tiongkok untuk rencana pemulangan sejumlah warga Negeri Beruang Merah dari Wuhan dan provinsi Hubei.
 
Varian baru virus korona ini menimbulkan gejala mirip penyakit Sindrom Pernapasan Akut Berat atau SARS. Gejala umum yang ditimbulkan meliputi demam, batuk dan sesak napas.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif