Pemeriksaan temperatur tubuh dalam mengantisipasi ancaman virus korona dilakukan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh, 28 Januari 2020. (Foto: Antara Foto/AMPELSA)
Pemeriksaan temperatur tubuh dalam mengantisipasi ancaman virus korona dilakukan di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh, 28 Januari 2020. (Foto: Antara Foto/AMPELSA)

WHO Minta Masyarakat RI Tidak Panik Hadapi Korona

Internasional virus korona WHO
Marcheilla Ariesta • 28 Januari 2020 15:21
Jakarta: Perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Indonesia, Navaratnasamy Paranietharan, meminta masyarakat Indonesia untuk tidak panik dalam menghadapi ancaman virus korona tipe Novelcorona Virus (2019-nCoV). Kendati begitu, masyarakat RI diminta tetap mewaspadai virus tersebut, yang pertama kali muncul di Tiongkok pada Desember 2019.
 
"Saya pikir semua orang harus waspada. Kementerian Kesehatan sudah membuat panduan yang baik mengenai cara mengurangi risiko terjangkit virus korona, seperti mencuci tangan dan menjauhi orang-orang yang sakit," kata Paranietharan, di Jakarta, Selasa 28 Januari 2020.
 
Ia menilai Kementerian Kesehatan RI telah membuat panduan yang tepat dalam mengurangi kemungkinan terjangkit virus korona. "Jadi tolong perhatikan panduan itu. Langkah-langkah dasar pencegahan akan membantu (menghindari penyebaran virus)," imbuhnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Navaratnasamy menambahkan, masyarakat Indonesia juga segera memeriksakan diri ke klinik atau rumah sakit jika merasakan gejala-gejala tertentu, seperti demam yang disertai sesak napas.
 
Baginya, selama masyarakat Indonesia menerapkan langkah-langkah pencegahan, maka risiko terjangkit virus korona nCoV relatif kecil.
 
Jumlah korban tewas virus korona nCoV kembali bertambah menjadi 106 orang per Selasa ini. Sementara kasus terkonfirmasi bertambah hampir 1.300, dengan angka total infeksi melampaui 4.000.
 
Menurut laporan terbaru Komisi Kesehatan Provinsi Hubei korban tewas bertambah 24 orang dan infeksi 1.291 pada hari ini. Seluruh kematian akibat nCoV terjadi di Tiongkok, meski banyak negara lain telah mengonfirmasi kemunculan virus korona.
 
Virus korona diyakini pertama kali berasal dari Wuhan, sebuah kota di provinsi Hubei, Tiongkok. Virus dikabarkan pertama kali muncul akhir tahun lalu di sebuah pasar yang menjual beragam hewan di Wuhan.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif