Ditjen Imigrasi dan Kemenlu RI sosialiasi regulasi baru tentang Tenaga Kerja Asing. Foto: Medcom.id.
Ditjen Imigrasi dan Kemenlu RI sosialiasi regulasi baru tentang Tenaga Kerja Asing. Foto: Medcom.id.

Empat Regulasi Tenaga Kerja Asing Mulai Disosialisasikan

Internasional kemenlu dirjen imigrasi
Marcheilla Ariesta, Medcom • 13 Agustus 2019 14:18
Jakarta: Direktorat Jenderal (Ditjen) Imigrasi bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri melakukan sosialisasi regulasi baru di bidang keimigrasian dan kekonsuleran. Kegiatan ini disampaikan kepada perwakilan negara-negara asing dan organisasi internasional yang ada di Indonesia.
 
"Acara ini sebagai pentingnya koordinasi dan komunikasi dalam penyebaran peraturan keimigrasian warga negara asing (WNA)," ungkap Direktur Jenderal Imigrasi, Ronny F. Sompie, di Jakarta, Selasa, 13 Agustus 2019.
 
Dia mengharapkan adanya dialog yang saling menguntungkan bagi semua pihak. "Pelayanan terbaik berupa pelayanan visa, perizinan tempat tinggal, maupun persoalan-persoalan yang terkait kewarganegaraan," tambahnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Empat Regulasi yang disosialisasikan, yakni Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2019 tentang Tarif Keimigrasian, Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing (TKA), Peraturan Menteri Hukun dan HAM Nomor 16 Tahun 2018 tentang prosedur permohonan Visa dan Izin Tinggal bagi TKA, dan Surat Edaran Dirjen Imigrasi tentang Penyampaian Akses dan Notifikasi Konsuler kepada Kemenlu.
 
"Kita juga berusaha untuk memberikan perlindungan WNI yang akan menjadi TKA atau imigran di negara tetangga," ujar dia.
 
"Diskusi ini bisa berkembang sesuai dengan permasalahan yang dihadapi oleh masing-masing perwakilan internasional yang ada di Indonesia," imbuhnya.
 
Pada April 2018, Presiden Jokowi Widodo juga melakukan program Revolusi Industri 4.0. Program tersebut diwujudkan dalam perkembangan teknologi informasi yang berupa Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) versi 2.0.
 
"Kehadiran WNA diharapkan memberikan dampak positif bagi Indonesia," serunya.
 
Pelaksana Tugas Direktur Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri Winanto Adi, menuturkan bahwa kegiatan ini sebagai langkah untuk memberikan fasilitas dan pelayanan yang lebih baik kepada perwakilan negara asing dan organisasi internasional di Indonesia.
 
"Tentunya, harapan kami agar pelayanan terhadap perwakilan asing dan organisasi internasional semakin baik, sehingga memberi keuntungan bagi kedua belah pihak," pungkasnya.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif