Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Hina Kerajaan, Dua Aktivis Thailand Ditemukan Tewas

Internasional thailand
Fajar Nugraha • 23 Januari 2019 13:43
Bangkok: Mayat termutilasi ditemukan di Sungai Mekong, Desember lalu. Ternyata dua mayat tersebut adalah aktivis yang biasa mengkritisi keluarga Kerajaan Thailand.
 
Kedua aktivis itu tinggal di Laos setelah melarikan diri dari Thailand setelah kudeta yang dilakukan pihak juta pada 2014.
 
Berdasarkan laporan, Surachai Sae Dan, hilang pada 12 Desember bersama dua orang kepercayaannya, Kraidej Lueler dan seorang lain yang dikenal dengan ‘Kamerad Phuchana’. Mereka adalah aktivis ‘Kaus Merah’ yang menentang kerajaan dan pemerintah junta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tidak lama setelah laporan kehilangan, dua mayat ditemukan mengambang di sungai di bagian timur laut Thailand. Wajahnya dirusak dan perutnya dikoyak serta diisi dengan balok beton.
 
“Berdasarkan uji DNA menyimpulkan bahwa 99.95 persen salah satu mayat diidentifikasi sebagai Kraidej. Fakta itu terungkap usai dilakukan pemeriksaan dengan putranya,” ujar Kepala Polisi wilayah distrik Kiattipoom Suwannatrai, seperti dikutip AFP, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Sementara putra dari ‘Kamerad Puchana’ juga membandingkan DNA nya dengan sang ayah. Departemen forensik di Bangkok sudah memberikan konfirmasi bahwa ayahnya merupakan salah satu mayat yang ditemukan. Sedangkan keberadaan Surachai saat ini masih belum diketahui. Diperkirakan usia Suracahi sudah 70 tahun.
 
Human Rights Watch (HRW) mengatakan lima lawan politik monarki Thailand yang bermukim di Laos dilaporkan hilang selama dua tahun terakhir. Menurut HRW aktivis lain yang berada dalam pengasingan saat ini dalam bahaya.
 
“Pemerintah Laos harus melakukan penyelidikan menyeluruh mengenai keberadaan Surachai dan siapa yang bertanggung jawab atas kematian dua aktivis,” sebut peneliti senior HRW Sunai Phasuk.
 
Penghinaan terhadap keluarga Kerajaan Thailand dapat mendapatkan hukuman. Pemerintah Thailand menerapkan aturan lesse majeste dengan sangat ketat dan tak kurang pelaku penghinaan sulit diampuni.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif