Jepang Bantu Ekonomi Korut Jika Denuklirisasi Tercapai
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe. (Foto: AFP)
Tokyo: Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengatakan pembukaan ekonomi Korea Utara (Korut) akan sangat menguntungkan kawasan Asia Pasifik. Komentar ini merujuk pada pertemuan persejarah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un.

"Struktur di mana ada 'peserta' baru yang masuk ini akan menghasilkan manfaat yang signifikan," kata Abe saat makan malam dengan para pemimpin Asia di Konferensi Masa Depan Asia ke-24 di Tokyo.

Dikutip dari Strait Times, Selasa 12 Juni 2018, Abe menilai Korut akan memicu kemajuan pesat dalam menghubungkan kehidupan ekonomi antar masyarakat negara-negara Asia.


"Korut memiliki sumber daya yang tak tersentuh serta tenaga kerja yang melimpah," ucap dia.

Bahkan, Abe mengatakan bahwa Korut berani mengambil langkah untuk menuju perdamaian dan stabilitas di kawasan Asia yang akan mempengaruhi ekonomi global secara keseluruhan.

"Jepang akan menormalkan hubungan dan memberikan bantuan ekonomi kepada Korut begitu masalah penculikan, nuklir dan rudal balistik diselesaikan secara komperehensif," tegas Abe, merujuk pada denuklirisasi dan diculiknya sejumlah warga Jepang oleh Korut di era 1970 dan 1980-an. 

Sebelumnya, Abe telah bertemu dengan Trump sehari sebelum ia bertolak ke Quebec, Kanada, untuk menghadiri KTT G7.

Ia menitipkan pesan kepada Kim Jong-un lewat Trump dan berharap agar pertemuan kedua kepala negara tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan yang baik.

Sejumlah pesan yang diutarakan Abe kepada Trump salah satunya adalah mengacu pada insiden penculikan warga Jepang pada tahun 1970-1980 yang dilakukan Korut.



(WIL)