Menlu Malaysia Dato Saifuddin Abdullah dalam kuliah umum di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu 20 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)
Menlu Malaysia Dato Saifuddin Abdullah dalam kuliah umum di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu 20 Juli 2019. (Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta)

Separuh dari Wilayah Sengketa RI-Malaysia Sudah Diselesaikan

Internasional indonesia-malaysia
Marcheilla Ariesta • 20 Juli 2019 18:21
Jakarta: Indonesia dan Malaysia telah menyetujui dasar teknis dan hukum untuk perbatasan di Laut Sulawesi dan bagian paling selatan selat Malaka. Menteri Luar Negeri Malaysia Dato' Saifuddin Abdullah mengatakan dari enam wilayah tumpang tindih, setengahnya sudah bisa diselesaikan.
 
"Kita ada lebih kurang enam area of dispute, tapi sebagian, tiga diantaranya sudaah dapat dicari penyelesaiannya," kata Saifuddin dalam acara Kuliah Umum: Landasan Luar Negeri Malaysia Baru, di Jakarta, Sabtu, 20 Juli 2019.
 
"Sekarang detailnya sedang dibicarakan oleh para pejabat tingkat tinggi," imbuh dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia berharap pembahasan mengenai perbatasan ini dapat dibahas juga di pertemuan tingkat tinggi tahunan kedua pemimpin negara. Rencananya pertemuan tersebut akan diselenggarakan akhir tahun mendatang.
 
Dalam pertemuan dengan Menlu RI Retno Marsudi di Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral (JCBC) di Malaysia pada November tahun lalu, Saifuddin mengatakan setelah 13 tahun negosiasi mengenai batas laut, para negosiator akhirnya menyetujui segmen-segmen tersebut.
 
"Pertemuan teknis ke-34 menyepakati dasar teknis dan hukum tentang dua proposal teknis bersama, satu, batas laut teritorial di Laut Sulawesi, dan dua, konfigurasi batas laut teritorial tradisional di bagian paling selatan Selat Malaka," katanya kala itu.
 
Dalam JCBC tersebut, Direktur Kementerian Luar Negeri untuk Perjanjian Politik, Keamanan dan Teritorial, Bebeb Djunjunan, mengatakan batas teritorial yang belum terselesaikan kurang dari 1 mil laut dekat pulau Sebatik.
 
Sementara di wilayah Ambalat yang kontroversial, tim teknis menyepakati mengusulkan jalur ke pemerintah masing-masing untuk proses persetujuan lebih lanjut.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif