Sebuah Mal Diserang Usai Kerusuhan di Kuil Malaysia

Fajar Nugraha 27 November 2018 08:22 WIB
malaysia
Sebuah Mal Diserang Usai Kerusuhan di Kuil Malaysia
Serangan di sebuah pusat perbelanjaan di Subang Jaya, terkait dengan kekerasan di sebuah kuil. (Foto: The Star).
Subang Jaya: Kerusuhan yang terjadi di sebuah kuil di Malaysia, meluas ke sebuah pusat perbelanjaan di Subang Jaya. Penyerangan dilakukan oleh warga yang tidak terima dengan kekerasan di Kuil Sri Maha Mariamman Devasthanam yang terjadi pada Senin 26 November.

Baca juga: 17 Orang Ditangkap dalam Aksi Kekerasan di Kuil Malaysia.

Adapun serangan yang diarahkan kepada One City Mall terjadi pada Selasa 27 November pagi waktu setempat. Polisi pun terus menyelidiki serangan balasan yang terjadi.


Wakil Menteri Dalam Negeri Datuk Mohd Azis Jamman sebelumnya menyuarakan kembali apa yang disebutkan pihak kepolisian, bahwa kekerasan yang terjadi di Kuil Sri Maha Mariamman Devasthanam bukan terjadi isu rasial.

“Saya benar-benar kecewa. Biarkan polisi melakukan pekerjaannya. Kondisi akan terus memburuk jika dibiarkan seperti ini,” ujar Azis Jamman, seperti dikutip The Star, Senin, 27 November 2018.

“Biarkan ini menjadi pelajaran bagi para pemimpin di sana (Subang Jaya, Selangor). Bahwa kita harus meredakan suasana. Ini masalah adalah kuil dengan pihak swasta, bukan masalah ras atau agama,” tegasnya.

Kerusuhan pecah ketika sekitar 50 orang memaksa masuk ke dalam kuil tersebut pada Senin 26 November, pukul 2.40. Saat penjaga melihat massa, dia memanggil rekannya yang mencapai sekitar 200 orang. Akibatnya bentrokan tak terelakkan.

Deputi Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Noor Rashid pun menegaskan kembali bahwa insiden ini tidak ada kaitan dengan rasisme. Noor Rashid menyatakan bahwa kerusuhan terkait dengan kasus perebutan lahan dan diduga 50 orang yang memaksa masuk ke kuil adalah kelompok preman.



(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id