Polisi Bentuk Tim Khusus Cari Pelaku Kerusuhan Kuil Malaysia

Fajar Nugraha 28 November 2018 12:38 WIB
malaysia
Polisi Bentuk Tim Khusus Cari Pelaku Kerusuhan Kuil Malaysia
Sebuah mobil yang dibakar oleh para perusuh di depan Kuil Sri Maha Mariamman, Selangor, Malaysia. (Foto: The Straits Times).
Kuala Lumpur: Kepolisian Diraja Malaysia membentuk tim khusus mencari tahu otak di belakang kerusuhan di Kuil Sri Maha Mariamman di Subang Jaya. Mereka akan terus berupa lacak pelaku kerusuhan.

Baca juga: Diserang Perusuh Kuil Malaysia, Petugas Pemadam Kritis.

Inspektur Jenderal Polisi Tan Sri Mohammad Fuzi Harun mengatakan, tim khusus dari Bukit Aman akan membantu Kepolisian Selangor melacak individu yang bertanggungjawab memicu kerusuhan.


“Kami saat ini mendalami beberapa petunjuk untuk menangkap mereka yang dianggap bertanggung jawab dalam kerusuhan,” tutur Mohammad Fuzi, seperti dikutip The Star, Rabu, 28 November 2018.

“Saksi mata atau siapapun yang memiliki informasi mengenai kasus ini didorong untuk mengontak kami,” tuturnya.

Mohamad Fuzi juga membantah bahwa seorang polisi terlibat dalam kerusuhan itu, setelah beredarnya foto yang berada di lokasi kejadian sebagai polisi. “Dia bukan polisi. Dia dulu menjadi anggota cadangan relawan polisi (PVR), tetapi diberhentikan karena ada masalah,” jelasnya.

Kuil Sri Maha Mariamman Devasthanam menjadi pusat kerusuhan pada Senin 26 November. Perebutan lahan menjadi dalang kerusuhan ini, meskipun banyak tuduhan yang menyuarakan insiden itu berlatarkan sentimen rasial.

Akibat kerusuhan ini beberapa orang dilaporkan terluka termasuk seorang petugas pemadam kebakaran. Muhammad Adib Mohd Kassim, dirawat setelah ditarik paksa dari kendaraan pemadam kebakaran.

Menurut Menteri Perumahan Selangor, Zuraida Kamaruddin, kondisi Muhammad Adib tidak berubah sejak dibawa ke rumah sakit. Pria yang berencana menikah bulan depan itu dikeroyok dan diinjak-injak yang menyebabkan tulang iganya patah dan menusuk paru-parunya.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id