Menhan interim AS Patrick Shanahan (kanan) dikerumuni awak media di Pentagon, Washington, 28 Januari 2019. (Foto: AFP/JIM WATSON)
Menhan interim AS Patrick Shanahan (kanan) dikerumuni awak media di Pentagon, Washington, 28 Januari 2019. (Foto: AFP/JIM WATSON)

Menhan Interim AS Dorong Dialog Afghanistan dengan Taliban

Internasional amerika serikat taliban afghanistan
Willy Haryono • 11 Februari 2019 12:40
Kabul: Menteri Pertahanan interim Amerika Serikat Patrick Shanahan tiba di Afghanistan dalam sebuah kunjungan yang tidak diumumkan sebelumnya, Senin 11 Februari 2019. Kedatangannya bertujuan menunjukkan dukungan AS terhadap pemerintah Afghanistan, dan juga mendorong dialog damai dengan kelompok pemberontak Taliban.
 
Shanahan dijadwalkan bertemu Presiden Ashraf Ghani, yang pemerintahannya tidak dilibatkan dalam dialog AS dengan Taliban bulan lalu. Ghani juga tidak dilibatkan dalam acara terpisah Taliban di Moskow.
 
AS berharap dapat memediasi perjanjian damai antara Afghanistan dengan Taliban sebelum pemilihan umum presiden digelar Kabul pada Juli mendatang. Upaya AS ini juga berlangsung di tengah seruan Presiden Donald Trump untuk menarik seluruh personel militernya dari Afghanistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selama ini, Washington berkukuh Afghanistan harus menjadi pemimpin dalam proses perdamaian dengan Taliban. Namun Taliban menolaknya, karena menilai pemerintah Afghanistan hanyalah "boneka" AS.
 
"Merupakan hal penting bahwa pemerintah Afghanistan dilibatkan dalam diskusi konflik ini," ujar Shanahan kepada awak media dalam pesawat menuju Afghanistan, seperti dilansir dari laman AFP.
 
"Warga Afghanistan harus memutuskan seperti apa negara mereka di masa depan. Semua ini bukan tentang AS, tapi Afghanistan," tegas dia.
 
Upaya keras AS selama beberapa bulan ke belakang disebut Shanahan hanyalah untuk meyakinkan Taliban agar mau berdialog langsung dengan Afghanistan.
 
Pekan kemarin, Taliban menggelar dialog di Rusia dengan beberapa tokoh Afghanistan yang bukan merupakan bagian dari pemerintahan Ghani.
 
Sementara itu, Utusan Khusus AS untuk Rekonsiliasi Afghanistan Zalmay Khalilzad dalam beberapa bulan terakhir telah bertemu perwakilan Taliban di Qatar. Ia merupakan andalan AS dalam membujuk Taliban agar mau berdiskusi langsung dengan Afghanistan.
 
Setelah pertemuan di Doha, Khalilzad mengekspresikan optimisme, namun tetap berhati-hati. Ia menyebut kerangka perjanjian damai sudah dibuat, tapi menekankan bahwa belum ada finalisasi apapun.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi