Menlu Retno Marsudi (dua kanan) dalam konferensi keimigrasian PBB di Marrakesh, Maroko, Senin 10 Desember 2018. (Foto: Twitter/Menlu_RI)
Menlu Retno Marsudi (dua kanan) dalam konferensi keimigrasian PBB di Marrakesh, Maroko, Senin 10 Desember 2018. (Foto: Twitter/Menlu_RI)

Menlu RI Sayangkan Negara yang Mundur dari GCM

Internasional pbb
Marcheilla Ariesta • 13 Desember 2018 16:25
Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyayangkan beberapa negara mundur dari pertemuan Global Compact on Migration (CGM) di Maroko. Padahal pertemuan tersebut membahas masalah tata kelola migrasi.

"Disayangkan beberapa negara mengundurkan diri dari komitmen tersebut, ada ketakutan dari beberapa negara mengenai arus migrasi iregular yang harus mereka terima," kata Retno dalam seminar internasional di Universitas Pancasila, Jakarta, Kamis 13 Desember 2018.

Retno kembali menuturkan pertemuan di Maroko tersebut membahas perlindungan hak asasi manusia. Menurut dia, saat membahas HAM, maka status iregular atau regular ini tidak lagi relevan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Sebab, kewajiban negara untuk melindungi setiap warganya," tutur dia. Mantan Duta Besar RI untuk Belanda tersebut mengatakan migrasi memang menjadi momok politik di beberapa negara. "Ketidakhadiran negara tersebut (dalam pertemuan ini) tidak akan menghentikan migrasi, dan pada akhirnya harus ditangani bersama," tegasnya.

Dia menambahkan politik luar negeri Indonesia pastinya akan selalu melindungi warga negara di mana pun mereka berada. "Keberpihakan politik luar negeri Indonesia untuk melindungi warga yang bermigrasi sangat kental. Dan ini menjadi salah satu prioritas politik luar negeri kita," pungkasnya.


(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi