Ilustrasi medcom.
Ilustrasi medcom.

Jual Narkoba, Perwira Polisi Filipina Tewas Ditembak

Internasional filipina
Sonya Michaella • 06 November 2018 14:49
Manila: Seorang perwira polisi Filipina tewas ditembak karena tertangkap menjual narkotika dan obat-obatan terlarang. Polisi ini juga masuk dalam daftar hitam operasi anti-narkoba milik Presiden Rodrigo Duterte.
 
"Santiago Rapiz, perwira polisi di Kota Dipolog, masuk dalam daftar enam ribu orang yang diburu," kata kepolisian Filipina, dikutip dari Channel News Asia, Selasa 6 November 2018.
 
Rapiz diketahui menjual methamfetamin seharga 50 ribu Peso atau sekitar Rp14 juta kepada seorang polisi yang menyamar di Dipolog.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Terjadi kejar-kejaran dan juga baku tembak. Rapiz sempat menembaki petugas kami juga," lanjut pihak kepolisian.
 
Ternyata selain menjual narkoba, Rapiz juga diduga melindungi para bandar dan terlibat dalam penjualan terlarang sejak 2015.
 
Sejak perang melawan narkoba dikobarkan Duterte sejak 2016, hampir 5.000 orang kehilangan nyawa. Sejumlah kelompok HAM mengatakan, ribuan orang itu tewas dieksekusi.
 
Namun, pihak kepolisian membantah. Mereka menegaskan ribuan orang tersebut tewas dalam baku tembak karena melawan saat akan ditangkap.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi