Kelompok militan Taliban. (Foto: AFP/FILE)
Kelompok militan Taliban. (Foto: AFP/FILE)

Taliban Bunuh 15 Prajurit Afghanistan di Dua Pos Keamanan

Internasional taliban afghanistan
Willy Haryono • 11 Mei 2019 16:06
Kabul: Kelompok militan Taliban membunuh 15 prajurit Afghanistan dalam serangan terhadap dua pos keamanan di provinsi Baghdis. Serangan yang dilancarkan pada Jumat 10 Mei pagi waktu setempat itu juga melukai 11 tentara lainnya.
 
Dikutip dari laman Dawn, Sabtu 11 Mei 2019, seorang pejabat setempat bernama Zianuddinn Akazai mengatakan bahwa Taliban telah menyerang dua pos keamanan di distrik Bala Murghab.
 
Juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan Kolonel Qais Mangal mengonfirmasi terjadinya serangan, namun menolak menjawab saat ditanya mengenai jumlah korban jiwa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Taliban menewaskan banyak personel keamanan Afghanistan dalam serangkaian serangan sejak setahun terakhir. Serangan terus dilakukan meski Taliban sedang menjalani negosiasi damai dengan Amerika Serikat.
 
Diskusi damai putaran terbaru berakhir di Doha, Qatar, pada Kamis 9 Mei. Perwakilan Taliban mengatakan sudah aa "beberapa kemajuan" dalam negosiasi damai tersebut.
 
Tahun lalu, pemerintahan AS di bawah Presiden Donald Trump mempercepat upaya untuk mencapai mengakhiri konflik di Afghanistan melalui solusi politik. Trump juga berniat mengurangi jumlah personel militer AS di Afghanistan.
 
Sekitar 17 ribu personel pasukan asing berada di Afghanistan, mayoritas adalah prajurit AS. Mereka adalah bagian dari misi Pakta Pertahanan Atlantik Utara atau NATO yang bertugas melatih dan memberikan masukan untuk pasukan Afghanistan.
 
Beberapa dari personel AS itu juga melakukan operasi anti-terorisme di Afghanistan.
 
Sejauh ini, Taliban masih belum mau bernegosiasi langsung dengan pemerintahan Afghanistan. Taliban hanya mau berbicara dengan AS, dengan tetap melancarkan serangan ke personel keamanan Afghanistan.
 
"Mereka (Taliban) mengirimkan sebuah pesan bahwa mereka dapat terus berperang sembari melanjutkan dialog damai di waktu bersamaan," tutur seorang diplomat negara Barat di Kabul.
 
Baca:Parlemen Afghanistan Didorong Ikut Negosiasi Damai Taliban
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif