Kolaborasi Untuk Penetrasi Pasar Tiongkok
Acara makan malam di Bali Distro, Shanghai, Tiongkok, 2 Mei 2018. (Foto: KBRI Beijing)
Shanghai Malam itu, Rabu 2 Mei 2018, suasana riuh rendah mengisi restoran Indonesia di Shanghai, Bali Bistro, di mana sedang berlangsung dialog terbuka mengenai bagaimana agar ekspor produk Indonesia bisa meningkat ke Tiongkok melalui Shanghai. 

Selain berdialog, Duta Besar Djauhari Oratmangun didampingi Konjen RI Shanghai, Siti Nugraha Maulidiah, juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan diri kepada para pebisnis Indonesia di Tiongkok yang tergabung dalam Kamar Dagang Indonesia di Tiongkok (Indonesian Chamber of Commerce/Inacham). 

Dialog yang kental dengan suasana keakraban tersebut dihadiri oleh sekitar 100-an pebisnis Indonesia  yang bergerak di berbagai bidang usaha seperti manufaktur, consumer goods, banking, tourism, kontraktor, dan bahkan sekolah internasional Shanghai yang didirikan oleh WNI.


Selain wakil bisnis seperti, Indofood, Kapal Api, Mayora, Garuda Food, Jafta, Sinarmas, Gajah Tunggal, Sumarecon dan lain lain, hadir pula wakil-wakil BUMN Indonesia di Tiongkok khususnya yang berkantor di Shanghai yaitu Bank Mandiri, Antam, dan Garuda. 

Dalam pertemuan juga dihidangkan berbagai masakan Indonesia besutan juru masak restoran Sdr. Agus Wijaya yang semakin menghangatkan dialog dengan suasana khas Indonesia.


Dubes Djauhari bersama pengusaha Indonesia di Tiongkok. (Foto: KBRI Beijing)

Ketika berbincang-bincang, Dubes Djauhari yang juga akrab dipanggil Pak Joe menyampaikan apresiasi terhadap peran pebisnis dalam mendorong ekspor, promosi investasi dan pariwisata Indonesia selama ini, yang juga merupakan perhatian utama Pemerintah. 

Pak Joe mendorong agar pebisnis terus meningkatkan produktifitas yang akan didukung sepenuhnya oleh Perwakilan RI di Tiongkok yaitu KBRI Beijing, KJRI Shanghai, KJRI Guangzhou, dan KJRI Hong Kong. 

Hal ini pada akhirnya diharapkan dapat berkontribusi pada akselerasi pertumbuhan ekonomi  nasional melalui peningkatan ekspor, investasi, dan ekonomi pariwisata. Sebagai catatan, RRT merupakan mitra utama dan strategis yang pasar dan potensinya masih terbuka lebar bagi Indonesia.

"Marilah bersama sama Kita berkolaborasi di Tiongkok utk majukan kepentingan Ekonomi Indonesia," imbau dia, dalam keterangan pers yang diterima Medcom.id, Minggu 6 Mei 2018. 

Wilayah kerja KJRI Shanghai meliputi 5 provinsi di RRT yaitu Shanghai, Zhejiang, Jiangsu, Jiangxi, dan Anhui. Potensi ekonomi wilayah kerja KJRI Shanghai tergolong besar. Kontribusi GDP provinsi wilayah kerja KJRI Shanghai tersebut  terhadap total GDP RRT pada tahun 2017 mencapai lebih dari 26%. Total nilai GDP (PPP) ke lima daerah tersebut (sekitar USD 5.8 triliun) sedikit lebih besar dari Jepang (sekitar USD 5.4 triliun) pada tahun 2017. 


Dubes Djauhari bersama pengusaha Indonesia di Tiongkok. (Foto: KBRI Beijing)

Total ekspor Indonesia ke Tiongkok berada di kisaran nilai USD25.6 miliar, dengan komoditas batu bara, minyak kelapa sawit, karet, kayu dan kayu olahan, furniture, produk elektronik, sarang burung walet, kopi, buah2an tropis dan lain-lain. Meskipun jumlah ekspor telah meningkat sebanyak 37.1% dari tahun sebelumnya, masih banyak peluang tersedia untuk terus meningkatkan ekspor ke RRT. Selain itu  juga perlu dilakukan selling utk tujuan wisata di Indonesia agar target 4 juta wisman dari Tiongkok tahun 2018 dapat terpenuhi. 

Acara temu wicara tersebut diakhiri dengan semangat kebersamaan untuk Indonesia Raya dengan menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa.



(WIL)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360