Anggota Dewan Eksekutif Perak, Paul Yong, dituduh melakukan pemerkosaan kepada WNI. (Foto: Malay Mail/Farhan Najib).
Anggota Dewan Eksekutif Perak, Paul Yong, dituduh melakukan pemerkosaan kepada WNI. (Foto: Malay Mail/Farhan Najib).

Standar Ganda Malaysia Terkait Kasus Pemerkosaan WNI

Internasional pemerkosaan
Marcheilla Ariesta • 12 Juli 2019 15:02
Ipoh: Ketua Biro Asosiasi Malaysia Tiongkok (MCA) Perak meminta masyarakat berhenti menyerukan anggota dewan eksekutif negara bagian itu, Paul Yong Choo Kiong tidak bersalah. Paul Yong diduga merupakan pelaku pemerkosaan terhadap warga negara Indonesia (WNI).
 
Menurut Ketua Biro Perak MCA Bahasa Malaysia, Cally Ting, seruan Yong tidak bersalah merupakan hal tak adil bagi asisten rumah tangga dari Indonesia tersebut.
 
"Ada pihak yang mengatakan bahwa Yong tidak bersalah. Jadi apakah mereka menyebut pelayan itu pembohong? Kasus ini masih 50-50 persen. Kami masih tidak yakin apakah pemerkosan benar terjadi atau tidak," kata Cally dalam konferensi pers, Jumat, 12 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ada banyak orang yang berpihak pada Yong, tapi apakah ada orang yang menyuarakan hati si pelayan?" imbuh dia, dilansir dari The Star.
 
Ting menuturkan masyarakat harus menunjukkan dukungan dan dorongan untuk korban perkosaan, terutama mereka yang status sosialnya lebih rendah.
 
Baca juga:Bantah Perkosa TKI, Anggota Dewan Malaysia Dibebaskan
 
"Jangan mempermalukan atau menyalahkan korban pemerkosaan karena meskipun ini merupakan partisipasi tidak langsung, tangan Anda akan kotor jadinya," seru dia.
 
Dalam kemunculannya di publik, Yong mengakui dirinya dituduh memperkosa TKI. Namun, dia dibebaskan dengan jaminan setelah penangkapannya di Ipoh, Perak pada Kamis, 11 Juli 2019.
 
Kemarin, perwakilan dari Kedutaan Besar RI di Kuala Lumpur telah bertemu dengan korban. "Saat dikunjungi, kondisi fisik korban dalam keadaan baik, meskipun secara psikis mengalami trauma," kata Pelaksana tugas Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Joedha Nugraha.
 
Dia menambahkan, KBRI akan terus memonitor proses penegakan hukum terhadap pelaku. Selain itu, untuk menenangkan korban, KBRI mengupayakan yang bersangkutan tinggal di shelter KBRI Kuala Lumpur.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif