Topan Kammuri tiba di kota Gamay, Filipina, 2 Desember 2019. (Foto: AFP/Gladys Vidal/HANDOUT)
Topan Kammuri tiba di kota Gamay, Filipina, 2 Desember 2019. (Foto: AFP/Gladys Vidal/HANDOUT)

Bergerak ke Manila, Topan Kammuri Rusak Banyak Rumah

Internasional topan badai filipina
Marcheilla Ariesta • 03 Desember 2019 08:53
Manila: Topan Kammuri telah tiba di Filipina, dan terus bergerak ke arah Manila, Selasa 3 Desember 2019. Kammuri yang membawa angin kencang serta hujan deras ini telah merusak banyak rumah warga dalam pergerakannya menuju ibu kota.
 
Kammuri dilaporkan telah menghantam pantai timur Filipina sejak Senin malam. Pagi ini, Kammuri bergerak ke arah barat melalui Provinsi Quezon.
 
Laman ABC News melaporkan, banyak atap rumah beterbangan di wilayah yang dilalui Topan Kammuri. Tak hanya itu, deretan pepohonan dan tiang listrik juga roboh diterjang kuatnya tiupan angin Kammuri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Angin terus menguat dengan kecepatan maksimum mencapai 155 hingga 190 kilometer per jam," kata otoritas bencana Filipina.
 
Otoritas Filipina memperingatkan bahwa tiupan angin dan hujan deras yang dibawa Kammuri belum akan berhenti dalam waktu dekat. Warga di wilayah pantai atau dataran rendah diminta untuk segera mengungsi.
 
Sekitar 340 ribu orang telah dievakuasi dari rumah mereka masing-masing di wilayah Bicol. Namun ada sebagian warga yang memilih tinggal, bahkan saat Kammuri sudah tiba di wilayah mereka.
 
Bandara Internasional Manila dijadwalkan ditutup siang ini, sekitar pukul 11.00 waktu setempat.
 
Jam dibukanya kembali bandara belum dapat ditentukan. Namun otoritas setempat mengestimasi bandara bisa kembali beroperasi pada pukul 23.00, dengan pertimbangan khusus tergantung kondisi cuaca.
 
Sejumlah pakar cuaca memperkirakan Kammuri akan mencapai kekuatan tertingginya siang ini.
 
Filipina dilanda rata-rata 20 badai dan topan pada setiap tahunnya, yang menewaskan ratusan orang dan membuat masyarakat di area rentan bencana alam sulit memperbaiki kehidupan mereka.
 
Siklon paling mematikan di Filipina adalah Topan Super Haiyan, yang telah membuat lebih dari 7.300 orang tewas atau hilang pada 2013.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif