Duta Besar Korut untuk Indonesia, An Kwan Il, di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, 19 Desember 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)
Duta Besar Korut untuk Indonesia, An Kwan Il, di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, 19 Desember 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Korut Nilai Korsel Terlalu Bergantung pada Negara Lain

Internasional perang korea korea utara korea selatan
Sonya Michaella • 19 Desember 2016 14:14
medcom.id, Tangerang Selatan: Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) selama ini dikenal dengan 'saudara' yang bermusuhan. Korsel yang didukung Amerika Serikat (AS) beranggapan Korut meresahkan keadaan Semenanjung Korea dan juga dunia internasional dengan uji coba nuklir dan misil balistiknya.
 
Duta Besar Korut untuk Indonesia, An Kwan Il, menganggap presiden Korsel Park Geun-hye yang baru saja dimakzulkan pekan lalu, selama ini terlalu bergantung dan condong ke negara lain, dalam hal ini adalah AS.
 
"Saya tak mau berkomentar banyak dengan pemakzulan yang baru saja terjadi di Korsel. Hanya saja, negara kami memandang bahwa Korsel terlalu bergantung dengan negara lain, bukan kekuatannya sendiri," ucap Dubes An ketika membawakan seminar bertajuk Talking with Ambassador On New Challenge in Asia Pacific di UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (19/12/2016).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut penuturannya, Korsel harus mempunyai kekuatan sendiri dan juga mendengarkan apa kata warganya, bukan malah lebih condong ke AS.
 
Baca: Korut Tuduh AS Bisa Picu Perang Nuklir
 
"Jika presiden yang baru nanti masih melakukan apa yang dilakukan presiden sebelumnya, hasilnya akan sama saja," ungkapnya.
 
Dubes An menegaskan Korsel harus berdiri di atas kaki sendiri dan mulai mendengarkan apa yang dikatakan rakyatnya. Korsel juga harus menciptakan peraturan sendiri demi negara.
 
Dikatakan, situasi Semenanjung Korea semakin rumit, apalagi tahun 2016. Tiga jenis alat-alat serangan nuklir strategis AS sering muncul di sekitar semenanjung. Latihan gabungan AS-Korsel pun dilakukan setiap hari.
 
Dikatakan Dubes An, sejak 1950-an, AS telah memindahkan senjata nuklir mereka ke wilayah Korsel. Sejak itulah, invasi AS ke Korsel dimulai hingga sekarang. Dua negara ini menganggap Korut adalah penyebab Semenanjung Korea menjadi wilayah yang tak aman.
 
"Kami membuat nuklir karena adanya ancaman. Jelas, nuklir ini untuk melindungi negara kami. Kedaulatan negara penting di atas segala-galanya dari pada nyawa," pungkas Dubes An.
 
 
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif