Afghanistan dan Taliban Sepakat Gencatan Senjata pada Iduladha
Militan Taliban sepaka gencatan senjata dengan Pemerintah Afghanistan pada Iduladha (Foto: AFP).
Kabul: Presiden Afghanistan Ashraf Ghani pada Ahad mengumumkan gencatan senjata dengan gerilyawan Taliban yang dimulai Senin untuk menandai libur Iduladha. Sementara pertempuran sengit terlihat selama beberapa hari terakhir di kota pusat Ghazni.
 
"Gencatan senjata bersyarat akan dimulai besok dan akan terus berlanjut selama Taliban menjaga dan menghormatinya," katanya dalam upacara Hari Kemerdekaan Afghanistan di Kabul.
 
"Kami menyerukan kepada pimpinan Taliban agar menyambut keinginan warga Afghanistan untuk perdamaian yang bertahan lama dan nyata," serunya, seperti disitat dari NBC News, Senin 20 Agustus 2018.
 
Seorang pejabat senior di kantor presiden mengatakan gencatan senjata 'bersyarat' akan berlangsung selama tiga bulan. Idulfitri merupakan hari raya kurban Islam tahunan, secara resmi dimulai pada Selasa.
 
Menurut pernyataan yang diperoleh NBC News, Sabtu, Taliban mengatakan perdamaian di Afghanistan tidak akan tercapai selama Amerika menduduki negara tersebut.
 
Selanjutnya ditegaskan kembali posisi kelompok bersenjata itu bahwa pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat adalah satu-satunya cara untuk mengakhiri perang 17 tahun dengan pemerintah.
 
Pada Ahad, Taliban diperkirakan menyetujui gencatan senjata. Tetapi para pemimpin kelompok militan mengatakan itu mungkin tidak diumumkan secara terbuka.
 
Pihak Taliban mengatakan bahwa selama gencatan senjata, mereka tidak akan menyerang pasukan Afghanistan dan pasukan keamanan lainnya. Tetapi akan membela diri jika mereka diserang.
 
Bulan ini, Taliban melakukan pertempuran sengit lawan pasukan Afghanistan untuk menguasai kota penting Ghazni yang strategis.
 
Setidaknya 150 tentara dan 95 warga sipil tewas dalam pengepungan lima hari, yang surut pekan lalu ketika tentara Afghanistan didukung pasukan AS menekan kembali pemberontak bersenjata berat.
 
Taliban berkata dalam sebuah pernyataan bahwa mereka menguasai lebih dari setengah Afghanistan.
 
Ledakan, serangan bunuh diri, dan bentrokan antara militan garis keras kontra pasukan Afghanistan menewaskan lebih dari 1.600 warga sipil dalam enam bulan pertama tahun ini, jumlah tertinggi dalam dekade terakhir, PBB mengatakan dalam sebuah pernyataan Ahad.
 
Pengumuman gencatan senjata dari Ghani terbatas pada Taliban dan mengecualikan kelompok militan lain seperti Islamic State (ISIS).



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id