Warga Australia Alek Sigley tiba di Tokyo, Jepang usai dibebaskan dari Korea Utara, Kamis 4 Juli 2019. (Foto: ABC News).
Warga Australia Alek Sigley tiba di Tokyo, Jepang usai dibebaskan dari Korea Utara, Kamis 4 Juli 2019. (Foto: ABC News).

Lama Ditahan di Korut, Siswa Australia Dibebaskan

Internasional australia korea utara
Fajar Nugraha • 05 Juli 2019 06:21
Tokyo: Sebuah peristiwa langka, seorang mahasiswa Australia, yang ditahan di Korea Utara (Korut), dibebaskan dan dengan aman meninggalkan negara itu pada Kamis 4 Juli. Siswa itu tiba di Tokyo melalui Beijing pada hari yang sama setelah pejabat Swedia membantu menengahi pembebasannya.
 
Alek Sigley, 29, yang sedang belajar di ibu kota Korea Utara, Pyongyang, dilaporkan hilang sejak 25 Juni.
 
"Saya baik, saya sangat baik," kata Sigley kepada wartawan setelah tiba di bandara Beijing, seperti dikutip AFP, Jumat, 5 Juli 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca juga: Australia Selidiki Warganya yang Ditahan Korut.
 
Dia menolak berkomentar tentang apa yang terjadi padanya di ibu kota Korea Utara, Pyongyang tempat dia tinggal. Beberapa jam kemudian dia mendarat di Tokyo, berjalan melewati kerumunan wartawan yang menunggu di bandara tanpa menjawab pertanyaan mereka.
 
Sigley menikah dengan seorang wanita Jepang, Yuka Morinaga. Sumber Pemerintah Australia mengatakan Sigley akan melakukan perjalanan ke Tokyo dari Beijing.
 
Perdana Menteri Australia Scott Morrison menyela parlemen sebelumnya pada Kamis untuk mengonfirmasi bahwa Sigley telah dibebaskan.
 
Morrison kemudian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihak berwenang Swedia telah membantu mengamankan pembebasan siswa.
 
"Hasil ini menunjukkan nilai yang bijaksana, di balik layar pekerjaan para pejabat dalam menyelesaikan kasus konsuler yang kompleks dan sensitif, dalam kemitraan erat dengan pemerintah lain," kata Morrison dalam pernyataan itu.
 
Dia tidak mengatakan mengapa Sigley ditahan. Australia tidak memiliki perwakilan diplomatik di Korea Utara dan bergantung pada negara lain seperti Swedia untuk bertindak atas namanya. Dalam sebuah pernyataan Kementerian Luar Negeri Swedia mengatakan pihaknya menyambut pembebasan itu.
 
"Swedia telah bertindak sesuai dengan perjanjian penyediaan layanan konsuler yang ada dengan Australia dan dalam kerja sama erat dengan pihak berwenang Australia," tambahnya.
 
Baca juga: Australia Belum dapat Info Warganya Hilang di Korut.
 
Ayah Sigley, seorang profesor studi Asia di kota Perth, Australia barat, mengatakan kepada wartawan bahwa putranya akan segera dipersatukan kembali dengan istrinya.
 
"Kami sangat senang bahwa Alek aman dan sehat," kata Gary Sigley.
 
Sigley adalah pengguna media sosial aktif di Korea Utara dan secara teratur memposting foto dan posting blog tentang mata pelajaran seperti makanan dan mode.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif