Pemadam kebakaran Australia terus berupaya padamkan api akibat kebarakan hutan. Foto: AFP
Pemadam kebakaran Australia terus berupaya padamkan api akibat kebarakan hutan. Foto: AFP

Kebakaran Makin Parah, Warga Australia Didesak Evakuasi

Internasional kebakaran hutan australia
Fajar Nugraha • 10 Januari 2020 15:31
Sydney: Pemerintah Australia mendesak hampir seperempat juta orang untuk mengungsi dari rumah mereka pada Jumat 10 Januari. Suhu yang meningkat dan angin tidak menentu diperkirakan bisa menimbulkan kebakaran mematikan.
 
Suhu diperkirakan akan bergerak jauh di atas 40 derajat celsius di beberapa bagian negara itu pada Jumat. Disertai angin kencang, panas tinggi mengancam akan mengobarkan api yang telah membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.
 
"Jika Anda bisa keluar, Anda harus keluar, Anda seharusnya tidak berada di bagian terpencil dan berhutan di wilayah ini,” ujar komisaris Manajemen Darurat untuk negara bagian Victoria, Andrew Crisp kepada ABC, Jumat, 10 Januari 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pesan teks peringatan darurat telah dikirim ke 240.000 orang di negara bagian Victoria saja, menyuruh mereka pergi,” kata Crisp.
 
Orang-orang di daerah berisiko tinggi di New South Wales dan negara bagian Australia Selatan juga didesak untuk berpikir untuk pergi. Tetapi pihak berwenang belum memberikan angka.
 
Dua puluh tujuh orang telah terbunuh dan ribuan lainnya menjadi sasaran evakuasi berulang, di saat monster api telah menghanguskan lebih dari 10,3 juta hektar tanah. Wilayah itu hampir setara dengan luas wilayah Korea Selatan.
 
Wali Kota East Gippsland John White daerah yang dilanda kebakaran pada Malam Tahun Baru, mengatakan bahwa penduduk sedang bergerak. ”Warga tidak mau mengambil risiko,” tutur White.
 
Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan dia telah memberikan instruksi kepada militer agar "mereka siap untuk bergerak dan mendukung segera" ketika petugas pemadam kebakaran bertempur dengan 150 api di seluruh negeri.

Perubahan iklim


Kebakaran hutan Australia telah mengerdilkan bencana besar lainnya di seluruh dunia. Menggabungkan kebakaran 2019 di California, Brasil dan Indonesia. Kebakaran di tiga negara itu masih berjumlah kurang dari setengah area yang terbakar di Australia.
 
Pemerintah Australia telah mempertahankan tidak ada hubungan langsung antara perubahan iklim dan kebakaran hutan yang dahsyat. Sikap yang telah mendorong para aktivis untuk merencanakan protes di seluruh dunia untuk Jumat.
 
"Kami tidak ingin penghancuran pekerjaan, penghancuran ekonomi, penghancuran target ekonomi dan tujuan yang tidak akan mengubah fakta bahwa ada kebakaran hutan atau hal-hal seperti itu di Australia," kata Morrison kepada 2GB Radio, merujuk pada seruan kepada pemerintah untuk berkomitmen untuk pengurangan emisi karbon yang lebih tinggi.
 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif