Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Selandia Baru. (Foto: AFP).
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres di Selandia Baru. (Foto: AFP).

Sekjen PBB Kecam Ujaran Kebencian di Medsos

Internasional selandia baru
Marcheilla Ariesta • 14 Mei 2019 14:00
Christchurch: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengecam ujaran kebencian yang menyebar secara daring di media sosial. Menurut dia, ujaran kebencian tersebut seperti kobaran api.
 
Guterres datang ke Selandia Baru, dan bertemu dengan para korban penembakan di dua masjid di Christchurch. Dia berada di Selandia Baru dalam rangka tur ke Pasifik Selatan untuk menyoroti dampak perubahan iklim.
 
Namun, Guterres menambahkan, dia juga ingin menunjukkan dukungannya untuk komunitas Muslim Christchurch selama Ramadan. Kepada para korban, dia mengatakan telah terjadi peningkatan kebencian berbahaya ketika media sosial dimanfaatkan untuk mempromosikan kefanatikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya tahu tidak ada kata-kata untuk menghilangkan rasa sakit dan kesedihan ini, tetapi saya datang ke sini secara pribadi untuk mengirimkan pesan cinta, dukungan dan kekaguman untuk Anda semua," kata Guterres, dilansir dari laman AFP, Selasa, 14 Mei 2019.
 
"Ujaran kebencian menyebar seperti api di media sosial. Kita harus memadamkannya. TIdak ada ruang untuk seluruh ujaran kebencian," tegas Guterres.
 
Dalam tur singkatnya tersebut, ia juga mengingatkan bahwa komunitas dunia belum terlalu bersungguh-sungguh dalam mencegah meningkatnya temperatur global.
 
Guterres menilai langkah politik global untuk menanggulangi perubahan iklim mulai memudar dan relatif tidak terdengar. Ia menyebut jika temperatur Bumi meningkat ke level yang mengkhawatirkan, maka negara kecil seperti Selandia Baru akan menjadi salah satu yang paling menderita.
 
Kunjungan Guterres ke Selandia Baru dilakukan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim di New York pada September mendatang. Dari Selandia Baru, Guterres akan mengunjungi Fiji, Tuvalu dan juga Vanuatu.
 
Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern tengah memulai usahanya menjinakkan medsos di Paris pekan ini. Ardern akan menjadi tuan rumah bersama pertemuan para pemimpin dunia dan perusahaan teknologi untuk mengekang ekstremisme secara daring.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif