Menlu: 443 WNI Berhasil Dibebaskan dari Hukuman Mati
Menlu Retno Marsudi paparkan keberhasilan diplomasi Indonesia selama empat tahun pemerintahan Joko Widodo-JK. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id).
Jakarta: Selama empat tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tak henti-hentinya terus menggencarkan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Salah satunya upaya untuk membebaskan WNI dari jeratan hukuman mati.
 
"Empat tahun terakhir, 443 WNI berhasil kita bebaskan dari hukuman mati dan 51 ribu kasus WNI telah kita selesaikan," kata Menlu Retno dalam acara 4 Tahun Kerja Pemerintahan Jokowi-JK di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta, Kamis 25 Oktober 2018.
 
"Selain itu, 181.942 WNI direpatriasi dari masalah, 39 WNI dibebaskan dari sandera, 16.432 WNI diselamatkan dari wilayah konflik dan bencana alam serta Rp408 miliar hak TKI telah kita dapatkan," lanjut Menlu Retno.
 
Ia menambahkan bahwa perlindungan WNI menjadi salah satu pilar prioritas politik luar negeri Indonesia. Untuk menguatkan perlindungan WNI di satu tahun terakhir, pendampingan kekonsuleran terus digalakkan di setiap KBRI dan KJRI.
 
Terkait pekerja migran atau TKI, perlindungan negara tak sebatas pada pekerjanya, melainkan juga perlindungan dan pemberian pendidikan kepada para anak-anak TKI.
 
"Kita juga sudah punya fasilitas pendidikan bagi anak TKI yang berjumlah 236 di Malaysia serta perjanjian bilateral terkait dengan pekerja migran," sebutnya.
 
Sejumlah perjanjian terkait pekerja migran pun dibeberkan Menlu Retno, antara lain MoU antara tujuh kementerian dan lembaga untuk menangani tindak pidana perdagangan orang, Konsensus ASEAN untuk pekerja migran, dan pengesahan Undang-Undang no. 18 Tahun 2017 tentang perlindungan pekerja migran Indonesia.



(FJR)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id