NEWSTICKER
Penumpang yang tiba di bandara Los Angeles, AS, 2 Februari 2020, mengenakan masker untuk mencegah terjangkit virus korona. (Foto: AFP/Getty/DAVID MCNEW)
Penumpang yang tiba di bandara Los Angeles, AS, 2 Februari 2020, mengenakan masker untuk mencegah terjangkit virus korona. (Foto: AFP/Getty/DAVID MCNEW)

Tiongkok Sebut Reaksi AS terhadap Korona Picu Kepanikan

Internasional virus korona tiongkok
Willy Haryono • 03 Februari 2020 16:05
Beijing: Tiongkok menyebut reaksi dan respons Amerika Serikat terhadap wabah virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) telah memicu kepanikan. Salah satu respons AS adalah menerapkan larangan masuk bagi semua warga dan orang yang berasal dari Tiongkok.
 
"AS belum memberikan bantuan apapun secara substansial, dan hanya bisa menciptakan kepanikan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying dalam konferensi pers rutin, disitat dari AFP, Senin 3 Februari 2020.
 
Kemenlu Tiongkok menegaskan peringatan dan larangan perjalanan yang diterapkan AS terhadap warga Negeri Tirai Bambu tidak sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"WHO merekomendasikan untuk tidak membatasi perjalanan, namun AS malah melakukan sebaliknya. Tentu saja ini bukan isyarat adanya itikad baik," imbuh Chunying.
 
Selain memperingatkan agar menghindari perjalanan ke Tiongkok, Kemenlu AS juga meminta agar warga mereka yang sudah ada di sana untuk segera pulang. Pasalnya, virus korona nCoV tengah menyebar dengan cepat di negara tersebut, khususnya di provinsi Hubei.
 
Kasus pertama penularan virus korona dari orang ke orang di AS dikonfirmasi pada Kamis lalu. Seorang pria di Chicago terjangkit korona setelah melakukan perjalanan ke Wuhan, kota pusat penyebaran virus tersebut.
 
Hingga Senin ini, total kasus virus korona yang sudah terkonfirmasi di AS mencapai 11. Tambahan tiga kasus terbaru dilaporkan berasal dari San Francisco.
 
Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan bahwa warga Negeri Paman Sam yang pulang dari Hubei akan dikarantina selama 14 hari. Sementara warga AS yang pulang dari wilayah lainnya di Tiongkok diizinkan untuk memonitor kondisi kesehatannya sendiri dalam periode yang sama.
 
Ia mengatakan seluruh warga negara asing yang baru saja mengunjungi Tiongkok dalam 14 hari terakhir akan ditolak masuk ke AS. Azar menegaskan langkah ini bertujuan untuk meringankan beban otoritas keimigrasian AS di tengah mewabahnya virus korona.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif