Kim Jong-un saat bertemu dengan Donald Trump di zona demiliterisasi (DMZ). Foto: AFP.
Kim Jong-un saat bertemu dengan Donald Trump di zona demiliterisasi (DMZ). Foto: AFP.

Korea Utara Cetak Prangko Donald Trump

Internasional kim jong-un korea utara donald trump
Arpan Rahman • 05 Agustus 2019 15:05
Pyongyang: Korea Utara (Korut) meluncurkan sejumlah prangko yang menampilkan Donald Trump.
 
Prangko terbaru yang dirilis oleh pemerintah merayakan pertemuan spontan presiden AS dengan Kim Jong-un pada Juni, menurut NK News, sebuah media yang berbasis di Amerika Serikat.
 
Tampilan prangko bergambar pasangan pemimpin itu berdiri bersama di zona demiliterisasi. Peluncuran ini menyusul serangkaian prangko -- tampaknya dijual di ibu kota Pyongyang -- yang dirilis pada 12 Juni untuk merayakan peringatan satu tahun KTT 2018 di Singapura, kantor berita Jepang Kyodo News melaporkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Prangko sebelumnya menggambarkan jabat tangan pertama antara Kim dan Trump di sana, penandatanganan perjanjian bersama, dan teks lengkap pernyataan tersebut.
 
Tidak ada satu pun dari prangko yang muncul itu menampilkan Moon Jae-in, presiden Korea Selatan yang pada Juni bergabung dengan dua pemimpin di Panmunjom, desa Korut di utara perbatasan de facto dengan Korsel.
 
Luncuran itu dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan itu, setelah Korut mengadakan serangkaian uji coba rudal jarak pendek. Tes itu dikatakan beberapa ahli merupakan tindakan menyerempet bahaya yang bertujuan meningkatkan tekanan pada Seoul dan Washington atas lambannya perundingan nuklir.
 
Namun Trump, awal pekan ini memuji Kim lagi dengan visinya yang "bagus dan indah" untuk negara itu. Dia juga mengecilkan arti penting dari tes rudal sebagai "sangat standar". Seraya bersikeras itu tidak akan mempengaruhi keterlibatannya yang berkelanjutan dengan Kim.
 
"Saya pikir itu sangat terkendali, sangat terkendali," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip dari Independent, Senin 5 Agustus 2019.
 
Dia menambahkan: "Kami tidak pernah membuat kesepakatan tentang itu. Saya tidak punya masalah. Kami akan melihat apa yang terjadi. Tapi ini adalah rudal jarak pendek. Keampuhannya sangat standar."
 

(FJR)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif